Kepastian tersebut didapatkan usai beberapa arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta menggelar penelitian bersama tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah ke lokasi punden berundak.
"Itu bukan Candi. Karena tidak ada unsur artifisial manusia. Misalnya tidak ada aktivitas kebudayaan atau keagamaan di situ," jelasnya pada Metrotvnews.com di Yogyakarta, Kamis (18/8/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Batu berundak, menurutnya, terbentuk karena proses alami dan bukan buatan manusia. Batuan itu kemudian tak diketahui keberadaannya karean tertutup tanah.
Namun, muncul kembali akibat tanah di atas batuan itu longsor. Ia memprediksi masih ada bagian punden berundak lainnya yang belum terlihat karena masih tertutup tanah.
"Bentuknya seolah-olah seperti candi. Padahal itu bukit biasa. Tapi saya tak berkapasitas menjelaskan proses terbentuknya seperti apa," pungkasnya.
Sebelumnya anggota tim BPCB Jateng Kartika mengatakan susunan baru terbentuk karena dampak dari aktivitas vulkanik jutaan tahun lalu. Susunan batu, lanjut Kartika, termasuk struktur columnar joint atau kekar kolom.
Kemunculan bebatuan yang bersusun itu membuat warga setempat geger. Pasalnya, bentuk susunan bebatuan menyerupai candi. Tingkat kemiringannya hampir 90 derajat dan susunan batu berlokasi di hutan Bukit Pajangan.
Ia menambahkan hal serupa juga ditemukan di Karangsambung, Kebumen Jawa Tengah. Namun ia mengakui tersingkapnya kekar kolom di Purworejo ini cukup menarik. Ahli geologi patut mengkajinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
