Yuni Triwijayati (kiri) salah satu pelaku UMKM sandal dan sepatu di Surabaya. Medcom.id/Amaluddin
Yuni Triwijayati (kiri) salah satu pelaku UMKM sandal dan sepatu di Surabaya. Medcom.id/Amaluddin (Amaluddin)

Yuni Triwijayati, Pengusaha Sandal tanpa Modal

umkm kisah inspiratif
Amaluddin • 22 Januari 2019 17:09
Surabaya: Yuni Triwijayati, 34, ibu rumah tangga, harus memutar otak untuk terus menafkahi keluarga. Lewat menjahit, perlahan dia membangun usaha sukses di kawasan eks lokalisasi Gang Dolly di Surabaya, Jawa Timur.
 
"Alhamdulillah, sekarang saya sudah hidup cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari," kata Yuni, Surabaya, Selasa, 22 Januari 2019.
 
Perempuan asal Putat Jaya, Surabaya, itu menceritakan dirinya harus berusaha membantu suami yang bekerja serabutan. Dia pun memilih untuk menjadi penjahit sepatu dan sandal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pelan-pelan ternyata membuahkan hasil," kata Yuni.
 
Semula, dirinya mendapat tawaran dari temannya untuk ikut pelatihan sebagai perajin sepatu selama dua tahun. Dia belajar dari 2014 sampai 2015. Namun, dia bingung karena tak memiliki modal setelah tamat pendidikan.
 
Berbagai upaya ia lakukan, hingga akhirnya mendapat bantuan dari pemerintah kota (Pemkot) Surabaya dan Kementerian Sosial (Kemensos). Bantuan dari pemerintah itu berupa bahan-bahan sepatu, mesin jahit, kain, dan juga fasilitas tempat serta pemasaran produk.
 
"Pendapatan saya waktu itu sekitar Rp3 juta per bulan, kemudian naik menjadi Rp15 juta per bulan pada 2017. Alhamdulillah terus bertambah," katanya.
 
Menjadi wirausahawan
 
Kerja keras Yuni patut diacungi jempol. Dia sukses menciptakan wirausaha sandal, tanpa modal, hingga memiliki pendapatan puluhan juta per bulan. Ini hasil jerih payah Yuni sebagai perajin sepatu yang ditekuninya sejak empat tahun terakhir, atau sejak 2014.
 
"Modal saya dulu hanya Rp500 ribu sebagai perajin sepatu. Kemudian mendapat bantuan alat-alat dan bahan, juga dapat bantuan modal Rp25 juta dari Kemensos," ujarnya.
 
Kini produk sepatu Yuni terus berkembang pesat. Tak hanya di dalam negeri, produknya merambah pasar luar negeri seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Pakistan, Tiongkok, dan Korea.
 
"Sebenarnya kita tidak memproduksi ke luar negeri. Tapi Pemkot Surabaya bantu mempromosikan, akhirnya banyak yang order," katanya.
 
Yuni Triwijayati, Pengusaha Sandal tanpa Modal
Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mampu Jaya telah memproduksi sandal dan sepatu yang merambah pasar nasional hingga mancanegara. Medcom.id/Amaluddin
 
Sepatu karya Yuni kebanjiran pesanan, terutama sepatu dinas di beberapa daerah di Jatim. Misalnya di Kabupaten Blitar, Probolinggo, hingga ke Papua.
 
Yuni membandrol sepatu kulit yang ia jual rata-rata sebesar sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. "Ada yang meng-order 2.000 sepatu, ada yang 1.800 sepatu, bahkan ada yang pesan 5.000 sepatu per minggu," kata Yuni.
 
Tak hanya dinas-dinas pemerintah di Jatim, perajin sepatu yang tergabung dalam UKM Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mampu Jaya itu juga kerap mendapat orderan sandal hotel. UKM KUB Mampu Jaya bisa meraih omzet sekitar Rp15 juta per bulan.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi