Harga Global Kedelai Turun walau Dolar AS Merangkak

Syaikhul Hadi 12 September 2018 11:48 WIB
kurs rupiahharga kedelai
Harga Global Kedelai Turun walau Dolar AS Merangkak
Pengrajin menggiling kedelai impor sebelum diolah menjadi tempe di gudang Koperasi Pengrajin Tahu Tempe Sanan, Malang, Jawa Timur. Antara/Ari Bowo Suciptp
Sidoarjo: Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Kopti) Karya Mulya Sidoarjo menyebut bahan baku kedelai secara nasional bersifat fluktuatif. Harga global kedelai terbilang turun meski ada kenaikan harga bahan baku tahu-tempe yang akibat pelemahan rupiah.

Ketua Kopti Karya Mulya Sukari mengatakan lemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar berbarengan dengan perang dagang antara Tiongkok dan Amerika. Tiongkok membatalkan impor kedelai dari Amerika sejak empat bulan yang lalu.

"Otomatis kalau sudah empat bulan yang lalu, efeknya dibulan-bulan saat ini," ujar Sukari lewat telepon, Selasa, 11 September 2018.


Tiongkok merupakan importir kedelai terbesar di dunia dan disusul India. Indonesia berada di urutan kedelapan dunia untuk kebutuhan kedelai.

Pembatalan itu berdampak pada melimpahnya bahan baku kedelai di sana.

"Secara global, harga kedelai turun. Meski sebenarnya Tiongkok masih membutuhkan kedelai. Begitu juga negara lain," bebernya.

Jika menggunakan logika sederhana pelemahan rupiah, harga kedelai untuk bahan baku tahu-tempe di atas Rp8.000 per kilogram. Tapi, harga di tingkat importir atau retail masih sekitar Rp7.150 untuk merek premium. Sedangkan merek lainnya masih di bawah harga tersebut

Pihaknya mengakui, kenaikan bahan baku dasar yang sampai pada pengecer tidak terlalu besar jika dibandingkan sebelum naiknya nilai dolar AS. Jika sebelumnya seharga Rp6.500, saat ini di kisaran Rp7.500.

"Kita tidak tahu ke depannya, kalau masih bertahan seperti ini mungkin bisa berefek juga," tegasnya.

Kebutuhan stok bahan baku kedelai yang masih tersisa sekitar 45 ton. Meski begitu pihaknya menyadari salah satu cara yang bisa dilakukan perajin yakni mengurangi volume ukuran tahu maupun tempe. Sehingga mereka tidak terlalu merugi.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id