Ilustrasi operasi pasar bawang putih. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Ilustrasi operasi pasar bawang putih. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq (Daviq Umar Al Faruq)

Pasokan Turun, Harga Bawang Putih Impor Melonjak

bawang
Daviq Umar Al Faruq • 24 April 2019 20:23
Malang: Harga bawang putih impor di Malang, Jawa Timur, meningkat tajam. Berdasarkan data Subterminal Agrobisnis (STA) Mantung, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, harga bawang putih impor menunjukkan tren kenaikan setiap hari.
 
Harga bawang putih impor di tingkat grosir sebelumnya berada di angka Rp31 ribu per kilogram. Namun beberapa waktu terakhir, harga bawang putih impor meningkat menjadi Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogramnya, atau naik lebih dari 30 persen.
 
Staf Informasi Harga STA Mantung, Didik Sudiarto mengatakan harga bawang putih impor sempat naik hingga Rp45 ribu per kilogram pada Selasa, 23 April 2019. Namun, turun menjadi Rp 40 ribu per kilogram hari ini, Rabu, 23 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk hari ini sudah mulai turun. Harga bawang putih impor Rp 40.000 sedangkan harga bawang putih kanting import Rp 50.000," katanya kepada Medcom.id, Rabu 24 April 2019.
 
Naiknya harga bawang putih impor karena pasokannya tidak mencukupi kebutuhan konsumen saat ini. Stok bawang putih impor yang masuk Pasar Mantung rata-rata 1-2 ton per hari belum memenuhi kebutuhan.
 
"Penyebab utama karena pasokan berkurang dan ada pembatasan impor bawang putih oleh pemerintah," ungkapnya.
 
Setidaknya dibutuhkan pasokan sebanyak 5-10 ton per hari untuk memenuhi permintaan pasar.
 
Komoditas sayur mayur yang dijual di pusat grosir STA Mantung untuk memenuhi pasar lokal di Malang dan sejumlah wilayah barat Jatim. Mulai dari Kediri, Blitar, Jombang, Tulungagung, Magetan, Nganjuk, Tuban, Madiun dan Lamongan.
 
Pedagang juga mengirim sayur ke luar Jawa, seperti Kalimantan, Ambon dan Papua, seminggu tiga kali.
 
Meski harga bawang putih meningkat tajam, Pemerintah Kabupaten Malang hingga saat ini masih belum memutuskan operasi pasar (OP).
 
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, Hasan Tuasikal, mengatakan keputusan OP masih menunggu hasil rapat dengan Pemprov Jawa Timur pada Kamis 25 April 2019 besok.
 
"Operasi pasar diharapkan sama seperti sebelumnya, ada subsidi angkut," pungkasnya.
 
 
 

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif