Permintaan Bumbu Masak Naik Tajam
Pengusaha bumbu dapur asal Tangulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. Medcom.id/Syaikhul Hadi
Sidoarjo: Menjelang lebaran Idulfitri, kebutuhan bumbu masak meningkat. Hal itu terlihat di tempat salah satu produsen bumbu masak, Mahmudah asal Tanggulangin Sidoarjo.

Mahmudah mengakui Ramadan ini segala permintaan bumbu masak meningkat. Tidak hanya dari dalam kota, permintaan juga banyak datang dari luar kota seperti Jombang, Mojokerto, Kediri, Ngawi, Malang, hingga Jakarta.

"Alhamdulillah banyak permintaan bumbu masak. Yang biasanya 20 ribuan bungkus, sekarang bisa meningkat 25-30 ribu bungkus," ujar adik pemilik usaha bumbu masak Mahmudah, Manunah, Kamis, 7 Juni 2018.

Usaha bumbu yang sudah lama dirintisnya tersebut banyak diminati kalangan masyarakat. Beraneka ragam bumbu masak yang disajikan.

Terhitung, ada sekitar 16 macam aneka bumbu masak yang disediakan. Mulai bumbu rawon, soto, lodeh, bali, kari, krengsengan, sambel goreng, rendang, gulai, rujak, panggang ayam, opor, mie dan nasi goreng.

"Pemesanan yang banyak permintaan di antaranya bumbu masak soto, rawon, bali dan lodeh. Kebanyakan pemesanan masuk untuk persiapan hidangan berbuka puasa," lanjutnya.

Tak tanggung-tanggung, setiap hari bumbu masak menghabiskan bahan baku lebih dari satu ton. Meski begitu, bumbu siap masak yang dijual pun juga tidak mahal. Dari kemasan plastik ukuran 50 gram, harganya tidak lebih dari Rp15 ribu.

Ada juga pemesanan yang melebihi ukuran kemasan plastik umumnya yang dijual. Mulai isi 250 gram sampai 1 kilogram.

"Pesanan itu datang dari perorang hingga toko-toko bumbu. Kami siap melayani pesanan berisi berapa pun, dan harganya pun disesuaikan," jelasnya.

Ia mengakui, dalam berbisnis bumbu masak ini sengaja tidak mengambil keuntungan banyak. Menurutnya, keuntungan kecil dan pelanggan tetap setia lebih baik dibandingkan untung besar tapi pelanggan lari.

Di samping itu, sebagian besar karyawannya merupakan warga setempat. Dia memanfaatkan warga yang menganggur, ibu rumah tangga, hingga para janda untuk diajak bekerja semampu waktu.

"Bukan harian, tapi kerja tempo jam juga ada. Semua kami niatkan menjadi pelaku usaha yang baik, merekrut tenaga tujuan baik untuk kebaikan semuanya. Baik untuk saya maupun yang kerja di usaha saya," tandasnya.

(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id