Peluncuran layanan Otewe untuk pesan antar makanan di Sumenep, MTVN - Istimewa
Peluncuran layanan Otewe untuk pesan antar makanan di Sumenep, MTVN - Istimewa (Hidayaturrahman)

Tiga Mahasiswa Perkenalkan Layanan Delivery Makanan di Sumenep

bisnis
Hidayaturrahman • 28 Mei 2016 18:32
medcom.id, Sumenep: Tiga mahasiswa memperkenalkan layanan pesan antar makanan di Sumenep, Madura, Jawa Timur. Usaha itu bukanlah hal gampang karena masyarakat Sumenep tak terbiasa memesan makanan dengan layanan tersebut.
 
Sekelompok mahasiswa berkumpul di rumah Alqaf Harto, dosen sebuah perguruan tinggi di Sumenep, di Jalan Matahari 30 Perumahan Satelit Permai, Kecamatan Kota Sumenep. Mereka menerima pesanan dari sejumlah konsumen dan bersiap mengantar makanan tersebut ke tujuan.
 
"Alhamdulillah, kami kewalahan melayani permintaan konsumen," ungkap Buhara, salah satu pelopor layanan pesan antar makanan bertajuk Otewe di Sumenep, Sabtu (28/5/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Buhara mengatakan ia dan rekan-rekannya membuka usaha itu pada Maret 2016. Mahasiswa Universitas Wiraraja Sumenep itu menuturkan hanya bermodal Rp2 juta untuk membuka usaha tersebut.
 
"Tapi sekarang Alhamdulillah, kami sudah bisa menghasilkan omzet hingga Rp50 juta per bulan," kata Buhara.
 
Sewaktu awal, kata Buhara, ia memulai usaha itu bersama dua rekannya. Semula, mereka hanya mendorong gerobak. Mereka menjual kentang goreng, burger, dan beberapa minuman.
 
Saat itu, setiap akhir pekan, mereka memasang gerobak dan menggelar tikar untuk meladeni pelanggan di Jalan Trunojoyo. Hiburan life music pun kian membuat suasana semarak. 
 
Seiring waktu, mereka pun memutar otak. Mereka memanfaatkan layanan telekomunikasi untuk menerima pesanan.
 
"Selain itu, kami juga tidak memiliki tempat yang permanen untuk berjualan," kata Buhara.
 
Dengan memanfaatkan jaringan, mereka pun mendapatkan dukungan dari Alqaf Harto. Atas kesepakatan, mereka pun menyulap garasi mobil Alqaf menjadi markas.
 
Bisnis tentu tak selamanya lancar. Semula, Buhara berjibaku mempromosikan layanan tersebut. Warga Sumenep, katanya, tidak terbiasa dengan layanan itu.
 
Semula, hanya mahasiswa dan jurnalis yang memanfaatkan layanan tersebut. Namun kini, langganan mereka mulai beragam. Ada anggota dewan, PNS, bahkan ibu-ibu.
 
Konsumen mengirimkan pesan singkat atau menelepon nomor handphone Buhara. Setelah proses pemesanan, Buhara pun menghubungi rumah makan rekanan untuk menyiapkan pesanan. Lalu ia ataupun rekan-rekannya membawa pesanan tersebut ke tujuan.
 
"Kami bekerja sama dengan sejumlah rumah makan. Tidak ada minimum order. Tapi setiap pesanan dikenakan tarif tambahan Rp3.000. Kami beroperasi mulai pukul 8 pagi sampai dengan pukul 8 malam," ungkap Buhara.
 
Otewe menggunakan speeda motor untuk mengantar makanan. Wilayah layanan mencakup Kecamatan Kota Sumenep, Batuan, Gapura, Kalianget, dan Manding.
 
Tina, mahasiswa yang menjadi pelanggan Otewe, mengaku sangat terbantu dengan usaha tersebut. Ia biasa menggunakan jasa itu untuk memesan makanan ketika Tina pulang ke kosnya.
 
"Saya biasa menggunakan layanan itu. Sangat terbantukan," ungkap Tina yang kuliah di Bangkalan.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif