Salah seorang penjual beras di Pasar Batujajar, Jajang, 34, mengatakan hampir semua jenis beras mengalami kenaikan harga. Harga beras yang paling murah biasa dijual Rp9.800 naik menjadi Rp11.000 per kilogram.
"Harga yang paling mahal dulu, sekarang jadi paling murah. Dulu harganya paling murah itu Rp7.500 sekarang jadi Rp9.800," ujarnya, Kamis (26/2/2015).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Menurut dia, harga beras naik karena minimnya pasokan beras. Dia biasa menerima tiga ton beras setiap minggunya dari Jawa Tengah. Namun, kini, dia hanya mendapatkan pasokan sesuai dengan ketersediaan barang dari pengirim.
Pada kesempatan yang sama, dia pun mengeluh dengan kualitas beras sekarang. Kenaikan harga saat ini tidak sebanding dengan kualitas beras yang diterima. Beras yang dia dapat berkualitas jelek karena masih banyak gabahnya.
Hal senada pun diakui Maman, 42. Pedagang itu mengaku sepi pembeli. "Yang biasa belanja 10 kilogram, sekarang paling lima sampai tujuh kilogram. Otomatis pendapatan berkurang juga," ungkap Maman.
Ketersediaan beras yang didapatnya pun kurang. Dulu, dia mendapatkan pasokan setiap minggunya lebih dari 5 ton. Namun, jatah tersebut berkurang lantaran stok dari bandar tidak mencukupi.
"Kini bandar angkat tangan karena stok di sananya juga lagi kurang. Dan mereka juga harus membagi-bagi ke pedagang beras lainnya. Udah mah mahal susah lagi barangnya," keluhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(BOB)
