Angkutan umum di Terminal Wonokromo, Surabaya, sepi penumpang pasca kenaikan harga BBM. Foto: Amaluddin
Angkutan umum di Terminal Wonokromo, Surabaya, sepi penumpang pasca kenaikan harga BBM. Foto: Amaluddin (Amaluddin)

Harga BBM Naik, Awak Angkutan Umum Tuding Pemerintah Tutup Mata ke Rakyat Kecil

harga bbm
Amaluddin • 31 Maret 2015 20:23
medcom.id, Surabaya: Pemerintah telah menaikan harga bahan bakar minyak. Ini membuat sejumlah awak angkutan umum di Surabaya, Jawa Timur, terpuruk. Pasalnya, naik turunnya harga BBM jenis premium maupun solar itu terjadi kurang dari satu bulan.
 
Pantauan Metrotvnews.com di Sub Terminal Joyoboyo Surabaya, Selasa (31/3/2015), puluhan angkutan umum tengah terparkir di terminal. Tidak ada aktifitas yang dilakukannya. Pasalnya, sejak kenaikan harga BBM, jumlah penumpang turun.
 
Sebagian sopir memilih nongkrong di warung-warung area terminal. Sesekali mereka menawarkan jasa angkutan umum kepada orang yang berlalu lalang tidak jauh dari terminal. Mereka hanya duduk diam sambil ngobrol bersama sopir angkot lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Haryanto, 48, salah satu sopir angkutan umum JM rute Menganti-Joyoboyo mengaku bingung dengan kebijakan pemerintah yang dianggap mencekik rakyat kecil.
 
"Pemerintah menaikkan harga BBM tidak pedulikan rakyat kecil. Pemerintah hanya sibuk urus perutnya sendiri. Kami terlantar, susah sejak BBM dinaikkan," kata dia.
 
Menurut dia, sejak pemerintah menaikkan harga BBM, angkutan umum terkena imbasnya. Penumpang sepi, padahal tarif angkutan umum masih memakai tarif lama. Tarif dekat Rp5 ribu dan jauh Rp7 ribu.
 
Begitu pula yang dialami Syifa, 53, sopir angkot TV rute Balung Sari-Joyoboyo. Pria asal Madura ini mengaku krisis penumpang. Dia mengaku hanya bisa pasrah terhadap kenaikan BBM jenis premium yang tidak stabil.
 
"Dampak naiknya harga BBM sangat terasa banget mas, kalau sebelumnya, dalam dua jam angkutan umum saya biasanya penumpangnya sudah penuh. Kalau sekarang malah lebih lima jam saya menunggu penumpang," katanya.
 
"Kalau angkutan umum lainnya malah lebih parah, misalnya angkutan umum type T2, W, O dsb. Angkutan umumnya malah diparkir begitu aja, karena memang sepi penumpang," lanjut dia.
 
Seperti diketahui, mulai awal tahun ini, harga premium mengikuti pergerakan dolar dan harga minyak dunia. Setelah naik dari Rp6.500 per liter menjadi Rp8.500 per liter, harga BBM jenis ini turun menjadi Rp7.500 per liter. Harga BBM ini terus turun hingga Rp6.700 per liter.
 
Namun, tidak lama kemudian naik Rp6.900 per liter dan sekarang naik menjadi Rp7.400 per liter.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(BOB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif