Kepala Desa Tambakrejo, Sudarsono mengatakan ada sekitar 3.000 orang bermata pencaharian nelayan berhenti melaut.
"Sudah beberapa hari ini, para nelayan berhenti melaut sementara waktu, karena cuaca yang buruk. Saat ini sedang musimnya angin barat, di tengah laut angin sangat besar," tutur Sudarsono saat dihubungi Metrotvnews.com, Minggu (17/1/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Kepala Desa yang juga merangkap anggota koperasi nelayan Sendang Biru, KUD Mina Jaya itu menambahkan, kondisi ini membuat nelayan hanya memancing dan menjaring ikan di pinggir laut. Sementara yang memiliki lahan memilih untuk berkebun.
"Mencari ikan di pinggir pantai dengan di tengah laut sangat berbeda. Sehingga penghasilan mereka merosot tajam, seperti sebuah sekoci biasa mendapat 1,5 ton sekarang paling banyak hanya mampu 5 kuintal ikan, sementara nelayan jukung yang biasa mendapat 1 kuintal ikan sekarang hanya mampu mendapat 50 Kilogram, " terangnya.
Kondisi ini tentu mempengaruhi harga ikan di nelayan. Kenaikan bisa mencapai Rp10.000. Seperti ikan tuna, biasanya dijual Rp50.000 per kilogram kini menjadi Rp60.000.
Angin Barat diprediksi akan terjadi hingga bulan April nanti. Dan angin timur terjadi setelahnya.
"Musim angin timur atau musim melaut, kemungkinan baru akan terjadi setelah bulan April 2016 nanti," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
