Imam Mustafid Maulidan, warga Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, mengaku belum mendapatkan informasi mengenai pemangkasan subsidi listrik. Imam merupakan satu dari ratusan warga Desa Randuagung yang menggunakan listrik dengan tarif 900 VA dari PLN.
"Kami belum mendapat sosialisasi dan belum pernah didatangi siapapun terkait informasi itu," kata Imam seperti yang ditulis Metrotvnews.com, Minggu (11/12/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Imam mengaku membayar listrik sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per bulan. Ia mengaku keberatan membayar listrik lebih mahal bila subsidi dipangkas. Sebab, ia mendapat gaji dengan hanya bekerja sebagai sopir.
Ia mengaku berpenghasilan rata--rata Rp2 juta per bulan. Selain membayar listrik, ia juga harus membiayai kebutuhan keluarga dan pendidikan anak-anak.
Begitu pula dengan Fery Kurniawan, warga Desa Karah Agung, Kota Surabaya. Ia hanya berpenghasilan rata-rata Rp1,5 juta per bulan.
"Saya hanya berjualan gorengan," ungkap Ferry.
Ferry menilai pemerintah mencekik masyarakat kecil bila menerapkan kebijakan tersebut. Sebab, subsidi sangat membantu perekonomian warga dari kalangan bawah.
"Masalahnya kalau subsidi dipangkas, tarif listrik naik, semua bakal naik. Masyarakat kecil makin susah," lanjtu Ferry.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memangkas subsidi listrik tarif 900 VA. Kebijakan itu berlaku mulai 1 Januari 2016.
Sementara itu PLN mencatat 3,9 juta pelanggan listrik berdaya 900 VA di Jatim. Namun hanya 497 ribu pelanggan yang berhak menerima subsidi listrik.
Baca: 3,3 Juta Pelanggan PLN di Jatim tak Berhak Dapat Subsidi
"Sementara sisanya sekitar 3,3 juta pelanggan tidak masuk kriteria alias tidak berhak mendapat subsidi. Ini sesuai peraturan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 28 tahun 2016, berlaku mulai 1 Januari 2017," kata Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Persero Distribusi Jatim, Pinto Raharjo, Sabtu (10/12/2016).
Pemerintah, lanjut Pinto, akan membantu menyosialisasikan kebijakan tersebut dalam tiga tahap. Sosialisasi tahap pertama bakal dilakukan pada 13 Desember 2016 yang digelar di Semarang, Jawa Tengah. Sosialisasi ini diperuntukkan bagi para kepala daerah di seluruh Indonesia.
"Para kepala daerah yang telah mengikuti diharapkan dapat ikut menjelaskan kepada para jajaran dan warganya tentang kenaikan tarif listrik bagi pelanggan 900 VA," ungkap dia.
Kemudian sosialisasi tahap dua bakal dilakukan di Kota Surabaya pada 19 Desember 2016. Untuk sosialisasi tahap dua ini bakal dilakukan bagi para Pimpinan Redaksi Media Nasional yang ada.
"Sedangkan untuk sosialisi tahap tiga akan dilakukan PLN di lingkungan internal. Jadi kita bakal turun ke 113 rayon PLN yang ada di wilayah Jatim. Kami sangat berharap, dengan langkah sosialisasi masif yang kami lakukan ini untuk menghadapi kenaikan tarif listrik bagi 3,3 juta pelanggan 900 VA di Jatim," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
