"Sekarang Rp60 ribu (per kg). Bulan lalu masih Rp45 ribu per kilogram," kata Aliyah, seorang pedagang di Pasar Polowijo Kolpajung, Pamekasan, Kamis (20/8/2015).
Menurut Aliyah, naiknya harga cabai rawit lantaran stok cabai yang mulai minim, akibat produksi cabai petani yang menurun karena memasuki musim kemarau. Akibat kekeringan di sejumlah daerah, banyak tanaman cabai yang rusak dan petani pun enggan menanamnya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Mungkin karena musim kemarau sehingga petani banyak yang tidak menanam cabai," sambungnya.
Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga cabai tersebut diprediksi masih akan terjadi hingga dua bulan mendatang. Karena produksi masih minim, selama ini para pedagang memilih mendatangkan cabai dari Surabaya.
"Biasanya dua bulan lagi harga cabai sudah mulai normal kembali, tergantung cuaca juga, dan stok di petani," terang Soleha, penjual cabai lainnya.
Soleha mengakui, akibat dari kenaikan harga tersebut, lapak miliknya sepi pengunjung, sehingga omzet yang didapat mulai menurun, karena cabai yang terjual pun semakin sedikit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
