"Hasil rapat untuk Pertalite dipastikan 1 Mei hanya wilayah Jakarta sedangkan untuk Jamali (Jawa-Madura-Bali) kemungkinan akan terealisasi pada Juni mendatang," kata salah satu pengelola SPBU 54-613.04 Sooko Mojokerto, Dicky, Selasa (21/4/2015).
Menurut dia, mekanisme pergantian Premium ke Pertalite tergantung pada kondisi SPBU. Jika dalam SPBU tersebut ada dua tangki Premium, maka salah satu tangki harus diisi dengan Pertalite. Namun, ketika hanya ada satu tangki, harus diganti Pertalite.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Mekanisme pastinya juga kita belum tahu, nunggu surat resmi dari pertamina pusat dan untuk spesifikasi produk baru tersebut yang jelas di atas Premium dan di bawah Pertamax terkait harga juga kita belum tahu," kata dia.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyatakan akan menunggu pemerintah mencabut subsidi Premium sebelum meluncurkan varian baru bahan bakar minyak (BBM) bernama Pertalite, dengan kadar oktan antara 90 persen sampai dengan 91 persen.
Harga Pertalite yang dibanderol Pertamina akan berada di bawah harga Pertamax, namun di atas harga Premium. Sebab, kadar oktan Pertalite berkisar antara 90-91 persen sedangkan kadar Pertamax berkisar antara 92-93 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(BOB)
