Deyisinil Fariadi, salah satu warga Desa Wedoro, menyebut pemerintah harus cekatan mengambil langkah untuk mengantisipasi banjir saat peralihan musim ini. Bukan tidak mungkin banjir disebabkan persoalan sampah..
Warga sejauh ini bekerja mandiri dibantu perangkat desa setempat. Mulai dari pengawasan terhadap pelaku pembuang sampah, membangun pagar besi di sekitar sungai, hingga membeli perahu angkut untuk membersihkan sungai.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Tapi, enceng gondok tidak mungkin jika diangkut dengan perahu. Karena kapasitasnya yang kecil. Nah, bagaimana caranya, itu yang perlu dipikirkan dinas terkait," ujar Deyyis kepada Medcom.Id, Sabtu, 20 Oktober 2018.
Sampah kerap terlihat di sepanjang Sungai Buntung, Kecamatan Waru. Sampah rumah tangga, enceng gondok, sampai sampah bekas bangunan dibuang di sungai. Hal ini yang dinilai dapat menjadi penyebab utama banjir.
"Belum lagi, jika sungai mengalami pendangkalan. Kami berharap pemerintah tidak hanya menggelorakan program kebersihan sekedar simbolis saja, melainkan turun, melihat langsung dan berupaya untuk bersama-sama mengatasi persoalan sampah," harapnya.
Kepala Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Nafi mengatakan, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menanggulangi banjir dengan membersihkan sampah. Namun, pihaknya mengaku kesulitan untuk mengangkut sampah enceng gondok yang banyak menggenangi sungai Buntung.
"Kalau hanya sampah rumah tangga bisa kita bersihkan, tapi untuk sampah Enceng gondok, sampah bekas bangunan sangat sulit sekali. Harus menggunakan alat berat," ujar Nafi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SUR)
