Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim untuk Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin. (Medcom.id/Amal).
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim untuk Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin. (Medcom.id/Amal). (Amaluddin)

Prabowo Dua Kali 'Babak Belur' di Jatim

pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Amaluddin • 12 Mei 2019 12:28
Surabaya: Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sudah dua kali 'babak belur' di Jawa Timur.  Pertama di Pemilihan Presiden 2014 dan terakhir di Pilpres 2019.
 
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim untuk Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin mengatakan Jokowi selalu menang di dua pilpres terakhir di Jatim. Pilpres 2014, Jokowi menang 53 persen, dan pada pilpres 2019, Jokowi meraih 65,7 persen suara. 
 
"Jokowi meraih 16.231.668 suara atau 65,7 persen dari total pemilih yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 25.511.241 pemilih," kata Machfud, Sabtu, 12 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara Prabowo hanya unggul di enam daerah di Jatim, dengan meraih 8.441.247 suara atau 34,3 persen. Enam daerah itu adalah Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pacitan.
 
Berbeda dari Pilpres 2014, dimana Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla hanya menang di 24 dari 38 kabupaten/kota di Jatim, dengan meraih 11.669.313 suara atau 53,17 persen dari total suara sah sebanyak 21.946.401 pemilih. Sedangkan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa menang di 14 kabupaten/kota, dengan meraih 10.277.088 suara atau 46,83 persen.
 
Menurut Machfud, kunci kemenangan Jokowi di Jatim adalah kerja nyata Jokowi selama menjabat sebagai Presiden, yang telah dirasakan oleh masyarakat. Program kerja yang nyata terbukti dan dirasakan masyarakat, mengalahkan serbuan hoaks yang menghantam Jokowi selama masa kampanye. 
 
"Jadi selama kampanye, tim tinggal memperkuat saja, karena pada dasarnya rakyat sudah cinta ke Pak Jokowi. Di Jatim, ada selisih suara 7,7 juta suara dibanding Pak Prabowo, itu sangat tinggi," kata Machfud.
 
Meski Jokowi kalah di enam daerah di Jatim, Machfud menyadari bahwa itu adalah pilihan masyarakat. Bagi Machfud, pilihan politik yang berbeda menjadi bagian dari corak demokrasi.
 
"Kita hargai bagi masyarakat yang memilih Pak Prabowo. Yang lalu, biar berlalu, sekarang yang penting mari kembali bersatu, menjaga ukhuwa demi merajut persatuan dan kesatuan bangsa yang utuh (NKRI)," kata mantan Kapolda Jatim ini.
 
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif