Tim Khusus Antisipasi Money Politic Disiagakan di Sidoarjo

Syaikhul Hadi, Daviq Umar Al Faruq 26 Juni 2018 09:57 WIB
pilgub jatim 2018
Tim Khusus Antisipasi Money Politic Disiagakan di Sidoarjo
Ilustrasi pilkada, Medcom.id - M Rizal
Sidoarjo: Polresta Sidoarjo membentuk tim khusus mengantisipasi politik bagi-bagi uang atau money politic dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018. Selain memantau, tim juga akan menindak tegas pelaku praktik politik uang.

"Tim sudah terbentuk, tim ini akan bekerja untuk memberantas praktik-praktik money politics (politik uang) jelang Pilkada serentak," ungkap Kapolresta Sidoarjo, Kombes Himawan Bayu Aji, Senin, 25 Juni 2018. 

Dalam menjalankan tugasnya, tim khusus tidak akan membedakan satu sama lain, artinya siapapun yang terbukti melakukan tindak politik uang, maka akan ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku. 


Orang yang membagi-bagikan uang, ujar Himawan, akan digelandang ke kantor polisi. Panwaslu juga terlibat dalam penanganan tersebut.

Tidak ada toleransi untuk money politik. Selain melanggar undang-undang, praktik tersebut juga tidak memberikan pendidikan yang baik kepadarakat," terangnya.  

Di Sidoarjo, sebanyak 2.887 tempat pemungutan suara (TPS) banyak dijaga polisi. Polisi juga menyiapkan ratusan personel cadangan yang siap diperbantukan ke masing-masing wilayah yang membutuhkan. 

Persiapan Pilkada juga dilakukan di Kota Malang. Selain Pilgub Jatim, warga juga akan menggunakan hak suara dalam pemilihan wali kota Malang.

Komisioner KPU Kota Malang Divisi Perencanaan dan Data Deny R Bachtiar mengatakan menyediakan fasilitas TPS keliling untuk pasien di rumah sakit, rawat inap, poliklinik, rumah bersalin.

"Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) akan mendatangi langsung layanan kesehatan rawat inap dengan membawa surat suara dan kotak suara. Mereka nantinya didampingi oleh pengawas dan saksi dari masing-masing calon," kata Deny.

Bachtiar menambahkan syarat bagi pasien yang ingin menggunakan hak pilihnua cukup dengan membawa formulir pindah pilih atau formulir A5. Ketentuan ini tak hanya berlaku bagi pasien saja, namun juga berlaku untuk keluarga yang menemani pasien.

"Kami telah berkoordinasi dengan Persatuan Rumah Sakit Indonesia Cabang Kota Malang. Fasilitas ini kami sediakan seperti tahun-tahun sebelumnya untuk pasien yang ingin menggunakan hak pilihnya," bebernya.

Pilkada Kota Malang digelar bersamaan dengan Pilkada Jatim. Pilkada Kota Malang diikuti tiga pasangan calon. Yakni pasangan Ya'qud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi yang merupakan calon dari koalisi PDIP, PPP, PAN, Hanura, dan NasDem. 

Kemudian, pasangan Moch Anton-Syamsul Mahmud merupakan kandidat yang didukung PKB, Gerindra dan PKS. Terakhir, pasangan Sutiaji-Sofyan Edi adalah jagoan dari Partai Golkar dan Demokrat.

Sedangkan, Pilkada Jatim diikuti dua pasangan calon. Yakni paslon Khofifah-Emil Dardak yang didukung koalisi Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, Hanura dan NasDem di nomor urut satu. Serta, paslon Gus Ipul-Mbak Puti diusung PKB, PDI Perjuangan, PKS serta Gerindra di nomor urut dua.



(RRN)