"Ini adalah anugerah dari Allah untuk kita, bangsa Indonesia," kata Jokowi di hadapan ratusan santri dan para pengurus Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat Sidoarjo.
Jokowi juga menyatakan, Indonesia adalah negara terbesar dengan jumlah penduduk mencapai 263 juta jiwa yang tersebar di 17.000 pulau, 514 kabupaten/kota, dan 34 provinsi. Bangsa Indonesia hidup dengan beraneka ragam perbedaan. "Beda agama, beda suku, adat, tradisi, bahasa daerah, dan sebagainya," ucapnya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Ketimbang negara lain, kata Jokowi, Indonesia jauh lebih kaya suku dana budaya. Indonesia memiliki 714 suku dan total 1.100 bahasa daerah. Berbeda dengan negara tetangga semisal Singapura. "Di sana, hanya punya empat suku. Kemudian Afganistan, cuma ada tujuh suku, dua suku di sana berantem bertahun-tahun," urainya.
Jokowi mengingatkan, Indonesia juga merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Makanya, Jokowi meminta agar masyarakat terus menjaga keberagaman, persatuan dan kesatuan, serta persaudaraan.
"Karena ini aset terbesar yang dimiliki bangsa ini. Jangan sampai, hanya gara-gara pemilihan Bupati, pemilihan gubernur, atau pilihan presiden, menjadi tidak akur dengan saudara, tetangga, kawan, atau sebagainya," pesannya.
Berbeda pilihan, kata Jokowi, itu hak yang biasa, asal tetap bisa menjaga kerukunan. Jokowi menyatakan beda pilihan politik juga wajar dan tidak perlu saling menghina apalagi mengumbar hal-hal negatif ke media sosial.
"Kita ini bersaudara. Jadi jangan gampang curiga dan berpikiran negatif ke orang lain. Mari kita saling berpikir positif dan berbaik sangka kepada sesama. Jika ingin maju, jangan malas-malasan. Dan kalau mau sejahtera, harus bekerja keras," ungkapnya.
Dia mencontohkan, dalam perhelatan Asian Games 2018 kemarin, prestasi yang didapat para atlet itu semua hasil kerja keras. Mereka berlatih siang malam demi sebuah prestasi yang membanggakan bangsa.
"Dengan kerja keras hasilnya nyata. Dulu kita di rangking 17 sekarang dapat rangking 4 di Asian Games. Kita meraih 31 emas," tambahnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat Sidoarjo, KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) menyebut kunjungan presiden merupakan hal biasa guna menjalin silaturahmi antara umara dan ulama. "Sudah semestinya seorang umara itu mendatangi rakyatnya, dan sudah sepantasnya seorang umara itu sowan ke kiai. Tidak perlu dikaitkan macam-macam," singkat Gus Ali.
Presiden datang bersama Moeldoko, Menteri Agama dan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Mereka disambut sholawat para santri pondok pesantren yang berada di Desa Lebo, Kecamatan Kota, Sidoarjo tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(AGA)
