Polisi Sarankan Perda Terkait Miras Dipertegas
Puluhan botol miras oplosan yang dijual di toko kelontong di Sidoarjo, Jawa Timur. Foto: Medcom.id/Syaikhul Hadi.
Sidoarjo: Proses hukum terhadap pelaku miras kerap kali tidak membuat pelaku jera. Hal ini terjadi karena aturan hukum dan peraturan daerah yang ada masih terpaku pada tindak pidana ringan.

Hal itu diakui Kapolsek Kota, Kompol Rochsulullah. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak terhadap pelaku miras.

"Karena bunyinya begitu, Tipiring. Termasuk oplosan juga sama tipiring. Dan ancamannya tiga bulan," kata Rochsul, Jumat, 13 April 2018.


Berkaitan dengan kejadian yang menewaskan puluhan jiwa tersebut, pihaknya menyarankan agar pemerintah daerah bisa merubah Perda. Hal itu untuk memberikan efek jera terhadap pelaku miras oplosan.

Minuman keras (miras) oplosan menyebabkan puluhan korban jiwa. Seperti kejardian di DKI Jakarta dan Jawa Barat yang menewaskan 62 jiwa.

(Baca: Puluhan Botol Miras Disita dari Toko Kelontong di Malang)

Petugas kepolisian pun disibukkan pemberantasan Miras Oplosan. Tak terkecuali di Sidoarjo, Jawa Timur.

"Sejak kejadian itu, kami diperintahkan Kapolresta Sidoarjo untuk melaksanakan operasi di seluruh Sidoarjo. Terutama berkaitan dengan Miras," kata Kasat Sabhara Polresta Sidoarjo Kompol Dedy Iskandar.

Pantauan dan razia berkali-kali dilakukan. Beruntung, tidak ada kasus miras oplosan yang memakan korban jiwa di Sidoarjo. Miras oplosan yang terungkap di Sidoarjo juga tidak berskala besar.

"Hanya sebatas cukrik, bir, Red Label, vodka, Blue Label, sampai yang paling bawah arak Tuban atau arak Solo," jelasnya.

Berdasarkan data di tahun 2017, ada sekitar 1.367 tersangka yang tersandung miras. Mereka diamankan berikut barang buktinya sebanyak 5178 botol.

Menurutnya, dalam perkara tersebut, pihak kepolisian tetap melakukan proses hukum terhadap pelaku. Hanya saja, mereka cukup dikenakan Tipiring (tindak pidana ringan).

"Tetap kita lakukan proses tipiring melalui kejaksaan hingga pengadilan. Kalau memang disitu baru sekali atau dua kali hukumannya denda. Tapi kalau sudah tiga kali (ditangkap), maka bisa dilakukan kurungan penjara," terangnya.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id