Surabaya Menang Penghargaan Inovasi Kota di Guangzhou
Pohon tabebuya di pinggir jalan di Surabaya, Kamis 29 November 2018, Medcom.id - Amal
Surabaya: Kota Surabaya, Jawa Timur, memenangkan ajang penghargaan bergengsi dunia Guangzhou International Award untuk kategori inovasi kota. Surabaya mengungguli 14 kota lain di dunia.

Kemenangan Surabaya berdasarkan pemungutan suara yang ditutup pada pukul 15.00 WIB, Jumat, 7 Desember 2018. Surabaya meraih 1.505.535 suara melampaui Kota Yiwu, China dan Santa Fe, Argentina.

Pada acara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma memaparkan perkembangan Kota Pahlawan yang terus berinovasi. Pada 2003, kata Risma di acara yang berlangsung di Guangzhou, China, Surabaya mengalami beberapa masalah.


Sampah merupakan salah satu masalah. Selain itu, Surabaya dikenal sebagai kota yang panas, kering, dan sering banjir saat hujan turun. Bahkan, hampir 50 persen wilayah Surabaya banjir.

"Mengatasi masalah ini, kami mengajak partisipasi masyarakat yang kuat untuk bekerja bahu membahu dengan pemerintah kota dalam melakukan pengelolaan limbah," kata Risma di hadapan 400 juri dan 14 finalis di Guangzhou International Award 2018.

Risma mengajak masyarakat berpartisipasi menuntaskan masalah tersebut. Selain itu, anggaran kota pun terbatas.

Warga, lanjut Risma, diajarkan bagaimana cara mengelola sampah secara mandiri. Konsepnya yaitu 3 R atau penggunaan kembali (reuse), mengurangi (reduce), dan daur ulang (recycle). 

Menurut Risma, partisipasi publik menjadi faktor utama keberhasilan kota. Satu di antaranya metode pembuatan pupuk kompos dengan biaya rendah. 

Warga dikenalkan dengan bank sampah. Warga mengumpulkan sampah organik di bank sampah. Kemudian bank sampah mengolah sampah itu menjadi pupuk kompos.

Sedangkan sampah anorganik diolah kembali menjadi barang-barang bernilai. Sampah-sampah itu dapat menjadi bahan untuk mendekorasi, pot bunga, ataupun pohon natal.

"Surabaya juga bekerja sama dengan mitra internasional dalam metode pengelolaan limbah, termasuk Kota Kitakyushu untuk pengomposan dan pemilahan sampah," lanjut Risma.

Pemkot juga membangun waduk sebagai resapan air selama musim hujan. Fungsi waduk yaitu cadangan air selama musim kemarau.

Risma mengatakan Pemkot Surabaya membuat 58 waduk dan 28 ribu hektare hutan bakau sedang dikonservasi di wilayah pesisir timur. Ada juga program penanaman ribuan pohon untuk membuat 45.23 hektare hutan kota dan 420 taman kota.

Hasilnya, ujar Risma, masyarakat dapat menikmati peningkatan indeks kualitas udara dan air, mengurangi volume limbah rumah tangga, mengurangi area banjir dari hampir 50 persen menjadi hanya 2 hingga 3 persen, penurunan tingkat penyakit dan penurunan suhu rata-rata 2 derajat celcius.

Pemaparan Risma mendapat apresiasi dari juri maupun finalis. Mereka mengapresiasi sosok kepemimpinan Wali Kota Risma yang mampu mendorong masyarakatnya untuk ikut serta membantu pemerintah dalam pengelolaan sampah.




(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id