Ilustrasi--Warga memegang kertas suara yang telah dicoblos saat pemungutan suara ulang (PSU) Pemilu 2019 di TPS 024, Ciloang, Serang, Banten. (Foto: ANTARA/Weli Ayu Rejeki)
Ilustrasi--Warga memegang kertas suara yang telah dicoblos saat pemungutan suara ulang (PSU) Pemilu 2019 di TPS 024, Ciloang, Serang, Banten. (Foto: ANTARA/Weli Ayu Rejeki) (Daviq Umar Al Faruq)

3 TPS di Malang Gelar Pencoblosan Ulang

pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Daviq Umar Al Faruq • 22 April 2019 18:21
Malang: Tiga tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Malang, Jawa Timur, bakal melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Tiga TPS yakni TPS 09 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing; TPS 14 Kelurahan Penanggungan dan TPS 17 Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen.
 
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang Zainuddin mengatakan, pemungutan suara ulang di tiga TPS tersebut sesuai dari rekomendasi Bawaslu Kota Malang. Selanjutnya, KPU bakal menyiapkan petugas yang akan mengisi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), TPS serta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
 
"Termasuk kami juga merancang untuk pengajuan kebutuhan logistik untuk KPU RI. Nanti data itu kami kirim untuk pelaksanaan PSU di Kota Malang tanggal 25 April 2019," katanya, Senin, 22 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zainuddin menambahkan logistik yang diajukan untuk PSU antara lain surat suara serta form-form plano. "Yang paling urgent memang surat suara, kalau untuk plano bisa kita upayakan di tingkat kabupaten/kota sama formulir," bebernya.
 
Baca juga: Ma'ruf Amin Enggan Dipanggil Wakil Presiden
 
Berdasarkan rekomendasi Bawaslu, tidak semua pemilihan dilakukan PSU. Salah satu contohnya di TPS 09 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing. Pada TPS tersebut PSU hanya dilakukan untuk pemilihan DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota Malang saja.
 
"Jadi Pilpres dan DPD tidak. Sedangkan di TPS 14 Klojen rekomendasi yang sudah kami terima itu hanya presiden saja. Tapi informasinya, masih mau ada revisi. Ini kami tunggu dan kami masih belum bisa memastikan," jelasnya.
 
Zainuddin tak berkomentar panjang terkait jumlah pemilih yang diprediksi menurun saat PSU dilaksanakan nanti. Sebab menurutnya, PSU adalah sesuatu yang tidak biasa dalam proses pemilu.
 
"Dan ini tidak hanya terjadi di Kota Malang saja. Prinsipnya, hak-hak pemilih untuk dilakukan PSU itulah yang harus kami fasilitasi karena memilih adalah hak," tegasnya.
 
Di sisi lain, Zainuddin menegaskan bahwa PSU tidak akan berpengaruh pada proses penghitungan suara. Sebab, penghitungan suara pada PSU nantinya akan ditambahkan setelah proses rekapitulasi di PPK.
 
"Makanya kami meyakinkan bahwa PSU ini bukan barang menyeramkan, menakutkan. Karena kami juga hadir untuk melakukan supervisi. Kami akan bentuk tim untuk memonitoring dan supervisi ke TPS yang PSU itu," pungkasnya.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif