Kades di Sidoarjo Ditahan Gegara Korupsi Dana Desa
Kepala Desa Wonokupang, Balongbendo Sidoarjo, Heri Suryanto. (Medcom.id/Syaikhul Hadi)
Sidoarjo: Penyidik Kejaksaan Negeri Sidoarjo menahan Kepala Desa Wonokupang, Balongbendo Sidoarjo, Heri Suryanto, di Lembaga Pemasyarakatan Sidoarjo, Jawa Timur. Heri diduga melakukan tindak pidana korupsi Anggaran Dana Desa ditahun 2017 sebesar Rp277 juta. 

"Setelah dilakukan penyidikan dan menemukan dua alat bukti, tersangka langsung kami tahan," ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Budi Handaka, Senin, 30 April 2018. 

Budi menerangkan, penyalahgunaan anggaran dana desa dilakukan pada anggaran tahun 2017. Dari total anggaran Dana Desa sebesar Rp1,2 miliar, sebanyak Rp.277.208.000 diduga telah digunakan tersangka untuk keperluan pribadi. 


"Uang itu merupakan uang hasil PAD dan dana transfer (bantuan pemerintah. Ada beberapa proyek yang tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya, tapi ada juga proyek yang dilaksanakan. Dari nilai itu, kebanyakan digunakan pribadi," tegasnya. 

Dia mengungkap, modus yang dilakukan tersangka yakni saat pencairan dana desa. Kepala desa dan bendahara mendatangi bank, namun dana tidak diberiksan ke bendahara. 

"Jadi, setelah dicairkan dana itu tidak diberikan ke Bendahara, tapi dipegang sendiri. Alasannya, sewaktu-waktu membutuhkan anggaran tidak perlu melalui bendahara. Nah, faktanya uang tersebut justru dipakai untuk keperluan pribadi," terangnya. 

Menurutnya, anggaran pemerintah yang disimpan secara pribadi tingkat kerawanannya sangat tinggi. Dia mengimbau kepada kepala desa di Sidoarjo agar tetap mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan pemerintah. 

Berikut beberapa program yang tidak dilaksanakan dengan baik selama setahun. Di antaranya, pembentukan BUMDes, penyertaan modal BUMDes, PKK, Gapoktan, bencana alam, pajak-pajak, dan  pembongkaran gorong-gorong. 




(LDS)