Wali Kota Mojokerto Masud Yunus menggunakan rompi tahanan KPK dikawal petugas seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK. MI/Rommy Pujianto
Mojokerto: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mojokerto, Gentur Prihantono Sanjoyo Putro menyebut Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus selalu siap saat akan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Pak Wali Kota selalu bawa koper yang berisi pakaian dan kitab suci alquran saat mulai awal diperiksa oleh KPK, dan beliau mengatakan selalu siap jika harus ditahan oleh KPK," kata dia saat ditemui di Kantor Pemkot Mojokerto, Jumat, 11 Mei 2018.

Wali Kota Mojokerto menganggap penahanan yang dilakukan oleh KPK adalah 'mondok', untuk mencari ilmu.


"Wali Kota juga mengatakan bahwa nanti selama ditahanan beliau akan hanya mengaji saja, maka dari itu beliau selalu membawa kitab suci Al-quran," imbuhnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wali Kota Mojokerto Masud Yunus. Dia ditahan usai menjalani pemeriksaan kelima sebagai tersangka suap pembahasan perubahan APBD pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintah Kota Mojokerto Tahun Anggaran 2017 pada Rabu, 9 Mei 2018.

Masud yang sudah mengenakan rompi tahanan mengaku menghormati semua proses hukum di KPK. Dia bahkan bersyukur bisa kooperatif mengikuti semua proses penyelidikan hingga penahanan.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id