Dua mahasiswa Agribisnis dan Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi baru dengan memanfaatkan limbah tahu untuk dijadikan pupuk organik. (Humas UMM)
Dua mahasiswa Agribisnis dan Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi baru dengan memanfaatkan limbah tahu untuk dijadikan pupuk organik. (Humas UMM) (Daviq Umar Al Faruq)

Mahasiswa UMM Manfaatkan Limbah Tahu Jadi Pupuk Organik

pendidikan
Daviq Umar Al Faruq • 09 Juli 2018 15:44
Malang: Dua mahasiswa Agribisnis dan Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi baru dengan memanfaatkan limbah tahu untuk dijadikan pupuk organik.
 
Mereka adalah Nasihul Mukmin dan Sarabila Karima. Keduanya menciptakan inovasi yang diberi nama Vegedrilla, yakni kombinasi pemanfaatan limbah tahu sebagai pupuk organik bagi tanaman microgreen, hydrilla dan juga hidrogel.
 
Nasihul mengatakan generasi muda dituntut untuk bisa memiliki semangat tinggi dalam mencipatakan berbagai inovasi. Khususnya yang dapat mendukung kebutuhan manusia sesuai dengan kondisi terkini bahkan masa yang akan datang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengungkapkan ide inovasi Vegedrilla yang mereka buat berawal dari keresahan akan fenomena alih fungsi lahan yang mengakibatkan terbatasnya ruang untuk menanam tanaman. 
 
“Kami juga mendapatkan data bahwa konsumsi sayuran mengalami peningkatan. Oleh karena itu kami berfikir bagaimana caranya bisa menciptakan inovasi yang sesuai dengan kedua kondisi tersebut,” katanya, Senin 9 Juli 2018.
 
Mahasiswa UMM Manfaatkan Limbah Tahu Jadi Pupuk Organik
 
Nasihul menambahkan hasil dari pengolahan limbah tahu menjadi pupuk organik dirasa cocok dan terbukti mampu meningkatkan nilai nutrisi tanaman yang menggunakan pupuk tersebut. 
 
“Microgreen yang merupakan salah satu jenis tanaman konsumsi bisa memiliki nutrisi yang lebih tinggi bila menggunakan pupuk organik dari limbah tahu ini,” tambahnya.
 
Tak hanya inovatif, terobosan ini juga berhasil terpilih sebagai Juara 1 dalam ajang Agrifasco 2018 yang diadakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Januari lalu. Tim UMM berhasil menjadi juara setelah mengalahkan berbagai inovasi lain dari sejumlah universitas di Indonesia.
 
“Dari 10 finalis yang presentasi, Alhamdulillah akhirnya UMM yang keluar sebagai juara. Disusul Universitas Tanjung Pura dan Universitas Gajah Mada,” ungkapnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif