Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu, 23 Maret 2019. Medcom.id/ Amaluddin. (Amaluddin)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu, 23 Maret 2019. Medcom.id/ Amaluddin. (Amaluddin) (Amaluddin)

Lima OPD Jatim Bantu Penanganan Kapal Tenggelam

kapal tenggelam
Amaluddin • 18 Juni 2019 10:11
Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membantu penanganan kapal tenggelam di antara Pulau Sapudi dan Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep, Madura. Khofifah berharap OPD bersinergi untuk mencari data dan melakukan penanganan darurat insiden tersebut. 
 
"Ibu gubernur perintahkan OPD-OPD untuk terlibat secara cepat dan aktif bersama-sama aparat terkait di lapangan," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Aries Agung Paewai, kepada Medcom.id, Selasa, 18 Juni 2019.
 
Baca: Kapal Tenggelam di Sumenep Diduga Kelebihan Muatan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aries mengungkap, beberapa OPD yang diperintahkan Gubernur Jatim untuk membantu petugas. Yaitu Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes), Bakorwil Pamekasan, dan Biro Kessos Pemprov Jatim.
 
"Kelima OPD tersebut diminta untuk memonitor kondisi di lapangan, dan diharapkan bisa menyampaikan secara langsung kepada Ibu Gubernur," imbuh Aries.
 
Aries mengatakan data akurat perihal jumlah korban selamat, luka-luka, dan tewas harus segera diketahui. Sehingga bisa menentukan langkah selanjutnya untuk penanganan korban. 
 
"Pemerintah daerah setempat juga diminta untuk saling berkoordinasi dalam pencarian korban, bersama Basarnas dan OPD Pemprov Jatim," ujar Aries.
 
Baca: Data Penumpang Kapal Tenggelam di Sumenep Terus Bertambah
 
Dia menambahkan, BPBD Sumenep telah berkoordinasi dengan pihak Syahbandar Kalianget, serta Polres Sumenep untuk mencari korban hilang. Total 10 personel BPBD Sumenep dan satu kapal Basarnas, KM Widura, diterjurkan dalam proses pencarian korban hilang.
 
Pusdalop BPBD Jatim mengungkap, kecelakaan kapal karena gelombang tinggi yang menyebakan kapal terbalik. Data manifes terbaru, kapal disebut mengangkut 57 orang. 
 
Sebanyak 36 penumpang kapal selamat dan dirawat di Puskesmas Dungkek, dan satu di antaranya dirujuk ke RSUD Sumenep. Dua penumpang tewas, dan 16 lainnya masih hilang. 
 
Kapal mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, sekitar pukul 15.10 WIB, Senin, 17 Juni 2019.
 
Baca: Identitas 16 Korban Hilang Kapal Tenggelam di Sumenep
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif