Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Hengki Listria Adi mengatakan telah mengecek kondisi lumpur dan tanggul. Hingga Minggu malam, 7 Oktober 2018, Hengki mengatakan tak ada warga yang mengungsi dari sekitar tanggul.
"Ini yang perlu diklarifikasi, tak ada yang mengungsi. Saya sudah cek ke kepala desa. Mereka cuma menitipkan barang-barangnya, tapi tetap tidur di sini," kata Hengki.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Menurut Hengki, petugas gabungan tengah berjaga-jaga di sekitar tanggul untuk menghindari hal tak diinginkan.
Baca: ?Warga Khawatir Tanggul Penahan Lumpur Turun
Penurunan tanggul terjadi pada Jumat, 5 Oktober 2018. Warga di sekitar tanggul cemas. Warga menunjukkan dinding dan lantai rumah yang retak. Sehingga beberapa warga mengungsi ke rumah kerabat.
Hal itu disampaikan M Amam, 32, warga Dusun Pologunting, Desa Gempolsari, Tanggulangin, Sidoarjo. Amam mengaku mendengar bunyi gemuruh setelah tanggul longsor. Amam pun mengemas barang-barang ke tempat lebih aman.
Baca: Warga Sekitar Lumpur Sidoarjo Mengungsi
"Khawatir saja terjadi apa-apa. Makanya saya dan keluarga berkemas dan memasukan barang-barang ke dalam karung sak," ujar Amam.
Pernyataan serupa disampaikan Husaeni, 40 dan Khusnul, 60. Mereka mengaku mengemas dan menitipkan barang-barang berharga ke rumah kerabat masing-masing.
Saat siang, mereka masih menghuni rumah masing-masing. Namun mereka tidur di rumah kerabat saat malam hari.
Baca: Setelah Tanggul Longsor, Warga Rasakan Getaran dan Dinding Rumah Retak
"Semalam saya tidur di rumah RT 12. Saya kawatir nanti tiba-tiba ambrol lagi makanya saya mengungsi dengan anak saya," ujar Khusnul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
