Polisi Bongkar Kosmetik Palsu di Jatim
Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan, saat merilis produk kosmetik palsu yang diendorse oleh artis. (Medcom.id/Amal).
Surabaya: Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengungkap produk kosmetik palsu alias ilegal dengan omset Rp300 juta per bulan. Menariknya, ada enam artis dangdut diduga mempromosikan produk kosmetik palsu tersebut.

"Artis-artis itu enggak ada yang tahu kalau produk kosmetik yang mereka endorse adalah palsu," kata Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan, di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa, 4 Desember 2018.

Adapun enam artis yang menjadi endorse produk kosmetik paslu ini. Yaitu VV, NR, MP, NK, DJB dan DK. Sebagian dari artis yang menjadi endorse ini adalah artis dangdut.


"Para artis ini mendapat endorse dari seorang tersangka berinisial KIL, yang mengedarkan produk kosmetik ini selama dua tahun," kata Yusep.

Kata Yusep, tersangka KIL memproduksi kosmetik dengan merek Derma Skin Care (DSC) Beauty. Kosmetik ini diproduksi di kediamannya di Kediri. Produk kosmetik buatan tersangka itu tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

"Jadi ini adalah kosmetik palsu," ujarnya.

Menurut Yusep, kosmetik tersebut diolah oleh tersangka dengan bahan campuran dari sejumlah merek terkenal. Antara lain, Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Vivo Lotion, Vasseline, Sriti dan lain-lain. Produk-produk tersebut kemudian dikemas ulang ke dalam tempat kosong dengan merek DSC Beauty. 

"Setelah dikemas, kemudian produk kosmetik tersebut dipasarkan dan dipromosikan oleh artis yang menjadi endorse, yang diupload di media sosial (medsos) si artis tersebut," katanya.

Sementara itu, Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jawa Timur akan keenam artis terkait kasus produk kosmetik palsu itu pekan depan. Keenam artis itu diketahui mendapat endorse untuk mempromosikan kosmetik palsu melalui media sosial (medsos) milik mereka.

"Kami secepatnya akan memangil para artis endorse yang terlibat untuk diperiksa sebagai saksi sesuai tahapan penyidikan," kata Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofik Ripto Himawan, di Mapolda Jatim, Kamis, 6 Desember 2018.

Rofik mengatakan, produk kosmetik oplosan itu diproduksi oleh tersangka berinisial KIL di kediamannya di Kediri. Praktik itu dilakukan KIL berjalan selama dua tahun.

Hasil penggeledahan di kediaman tersangka, lanjut Rofik, Polisi menyita berbagai produk kecantikan kulit, mulai dari paket pemutih wajah berupa cream pemutih (siang dan malam), serum pemutih, bedak dan lainnya. Total ada 1.600 produk kecantikan ilegal siap edar berhasil diamankan.

Produk kosmetik itu dijual oleh pelaku mulai dari harga Rp350.000 hingga Rp500.000 per paketnya. Dalam sebulan, tersangka mampu menjual sebanyak 750 paket, dengan omset sekitar Rp300 juta per bulan. Wilayah penjualannya mulai dari Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan dan Makassar.

Dalam perkara ini, tersangka dijerat Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id