Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Jatim di Lapangan Rampal, Malang, Selasa, 30 April 2019. (Foto: Humas Pemkot Malang)
Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Jatim di Lapangan Rampal, Malang, Selasa, 30 April 2019. (Foto: Humas Pemkot Malang) (Daviq Umar Al Faruq)

Khofifah Ajak Masyarakat Hindari Plastik Sekali Pakai

lingkungan Larangan Sampah Plastik
Daviq Umar Al Faruq • 30 April 2019 16:59
Malang: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk menghindari penggunaan plastik sekali pakai. Tujuannya untuk menjaga alam, sekaligus mengurangi limbah sampah plastik di Indonesia.
 
Sebab, menurut Khofifah, Indonesia merupakan supplier atau penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia yang dibuang ke lautan. 
 
“Mari kita declare bersama, bahwa kita akan memberikan support, dan pencerdasan kepada seluruh pengguna plastik di Jatim, untuk menghindari penggunaan sampah plastik di Jawa Timur,” katanya saat Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Jatim di Lapangan Rampal, Malang, Selasa, 30 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khofifah menambahkan, untuk mengurangi sampah plastik dapat dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. Salah satunya, kalangan ibu-ibu yang biasa berbelanja di pasar agar mengganti plastik dengan tas besar.
 
"Namun jika terbiasa menggunakan plastik, maka sedapat mungkin untuk menggunakan plastik yang sama saat berbelanja hari ini, besok, dan seterusnya," jelasnya.
 
Selain itu, mantan Menteri Sosial ini juga menegaskan bahwa perlu adanya kerja sama dari seluruh pihak, baik bupati/walikota, Pemprov Jatim, serta pemerintah pusat untuk membuat perencanaan terukur guna menangani problem banjir di Jatim. Sebab, banjir merupakan bencana alam tertinggi di provinsi ini. 
 
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejak Januari hingga 29 April 2019, Jawa Timur berada di urutan ketiga sebagai lokasi yang mengalami bencana alam terbanyak. 
 
Terdapat 245 kejadian bencana alam di Jawa Timur selama periode itu. Sementara urutan pertama di tempati Jawa Barat dengan 472 kejadian dan Jawa Tengah di urutan kedua dengan jumlah bencana sebanyak 367.
 
Agar problem itu cepat tertangani, Khofifah meminta para bupati dan wali kota di Jawa Timur untuk melakukan sejumlah upaya. Mulai dari membebaskan lahan serta menyiapkan anggaran untuk membuat plengesengan berasal dari Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR. 
 
"Sehingga air banjir bisa dialirkan ke laut, sebab selama ini upaya mengurangi banjir hanya disedot lewat pompa, namun belum bisa dialirkan ke laut," jelasnya.
 
Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji mendukung tagline dari Gubernur Jatim bahwa jika kita melindungi alam maka alam juga akan melindungi kita. 
 
"Saat ini Malang juga telah menjadi salah satu kota yang rawan akan bencana, namun melalui kegiatan semacam ini maka akan memberi literasi pada masyarakat bahwa bencana itu bisa datang kapan saja dan di mana saja," pungkasnya.

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif