Beras Impor bakal Transit di Jatim
Ilustrasi.
Surabaya: Kedatangan beras impor sudah hampir dipastikan akan transit di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bulan ini. Kendati demikian, Gubernur Jatim Soekarwo memastikan bahwa beras tersebut tidak akan merembes ke Jawa Timur.

"Hanya transit saja. Karena Februari itu kita sudah panen," kata Gubernur Jatim Soekarwo di Surabaya, Senin 5 Februari 2018.

Disebutkannya, untuk impor holtikultura Pelabuhan Tanjung Perak menjadi salah satu di antara tiga pelabuhan lain di Indonesia yang menjadi pintu masuk. Ketiga lainnya ada Tanjung Priok, Belawan dan Hasanuddin.


Meski menjadi pintu masuk impor, namun Pakde Karwo memastikan tidak bakal bocor ke masyarakat di Jatim. Beras yang datang langsung didistribusikan ke daerah lain di luar Jatim.

Baca: Pemerintah Impor 500 Ribu Ton Beras Akhir Januari

Walaupun impor beras sudah di depan mata, namun pemprov Jatim juga tidak akan membentuk satgas untuk mengawasinya.

Soekarwo menyerahkan pemantauan impor beras pada menteri luar negeri yang mengecek langsung di negara importir. "Bocor itu kuota yang dikirim pasti lebih. Surplusnya di negara asal itu menteri luar negeri harus aktif. Tidak ada satgas kan sudah ada menteri luar negeri," ungkapnya.

Beras impor akan mulai masuk ke Indonesia pada 11 Februari. rencananya ada dua kapal yang masuk dengan membawa 26 ribu ton beras. Beras yang dibawa kapal tersebut berasal dari Vietnam dan Thailand.

Soekrwo menilai, sebenarnya impor beras tergantung stok beras menghadapi November hingga Januari. Sebab, pada bulan-bulan itu sudah tidak masuk masa panen.

"Kalau tiga bulan tersebut stok beras mencukupi, tidak perlu impor. Untuk memastikan stok, perlu dilakukan sensus yang dalam hal ini bisa dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian tabulasi data inilah yang dipakai," ujar Soekarwo.





(ALB)