Polisi Jaga Ketat Penggeledahan Kantor Bupati Jombang
Aparat Kepolisian berjaga didepan kantor pemerintah Kabupaten Jombang. (medcom.id/Nurul Hidayat)
Jombang: Penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang kerja Bupati Jombang dijaga belasan anggota Sabhara Polres Jombang. Penggeledahan dijaga ketat.  

"Sesuai dengan surat perintah, tadi kita tugaskan 15 orang dari unsur Sabhara Polres Jombang untuk melakukan pengawalan terhadap KPK selama ada di Kabupaten Jombang," ujar Kabag Ops Polres Jombang, Kompol Kusen Hidayat kepada Medcom.id di Mapolres Jombang, Senin 5 Februari 2018.

Ia menambahkan, belum diketahui sampai kapan KPK akan menggeledah dan berada di Kabuapaten Jombang. Karena surat perintah tersebut hanya berlaku hari ini Senin, 5 Februari 2018. 


"Jika memang masih dibutuhkan, akan kita perbarui surat perintahnya, karena surat yang ada hanya berlaku pada hari ini saja," imbuhnya.

Pantauan Medcom.id, di depan ruang kerja Bupati Jombang, penggeledahan masih dilakukan oleh penyidik KPK. Personel dari Polres Jombang tampak berjaga di tangga serta pintu masuk ruang kerja bupati yang terletak di lantai tiga gedung pemerintah Kabupaten Jombang.

Penggeledahan saat ini, diduga kuat terkait dengan kasus dugaan suap yang diterima Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko. Nyono, ditetapkan sebagai tersangka KPK atas dugaan menerima suap Rp434 juta. Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief mengatakan uang itu ia terima secara bertahap sejak Juni 2017 dari pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Inna Silestyowati.



(LDS)