Bakal Ada Bus Ramah Disabilitas di Surabaya
Suroboy Bus. (dok. Pemkot Surabaya).
Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya bakal meluncurkan bus ramah disabilitas dan anti pelecehan seksual bernama Suroboyo Bus pada awal 2018. Bus juga dipoyeksikan menjadi angkutan pendukung angkutan massal cepat (AMC) trem dan LRT. 

Suroboyo Bus tersebut didesain low entry, sehingga terasa sangat nyaman bagi penumpang. Selain nyaman, bus ini juga sangat ramah bagi penumpang khususnya penyandang disabilitas. 

Suroboyo Bus itu juga dilengkapi fasilitas khusus bagi penumpang. Di antaranya terdapat tombol khusus dekat pintu masuk bus. Jika tombol itu dipencet, maka asisten pengemudi bus akan membantu penyandang disabilitas naik dan turun dari bus. Kemudian bagian bawah pintu masuk bus juga terdapat tuas, yang jika ditarik dapat dilewati oleh kursi roda.


Tak hanya itu, warna merah pada bagian luar bus juga bisa memanjakan mata. Dengan desain menarik plus logo digital campaign Bangga Surabaya, bus ini terlihat berbeda dibanding bus-bus lainnya. 

Sementara pada bagian dalam bus, tampak warna bangku penumpang terdapat dua warna berbeda. Pada bagian depan, bangku berwarna merah muda. Artinya, area tersebut dikhususkan bagi kaum hawa.

Sedangkan pada bagian belakang bus, bangku berwarna oranye, itu artinya khusus penumpang laki-laki. Pemisahan area tersebut untuk meminimalisir tindak pelecehan seksual di dalam bus.

“Total kapasitas penumpang Suroboyo Bus adalah 67 orang. Rinciannya, 41 tempat duduk dan 26 area standing (berdiri). Tentunya, dilengkapi dengan handle untuk pegangan penumpang,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, saat mendampingi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.



Suroboyo Bus itu juga cukup canggih. Ada sembilan CCTV di setiap sudut bagian dalam bus, serta tiga kamera pada bagian luar. Kamera itu untuk memberikan rasa aman bagi para penumpang. Tak hanya itu, di samping pintu bus juga dilengkapi sensor, sehingga bila ada penumpang yang menghalangi, pintu tidak akan tertutup. “Selama pintu belum tertutup, bus tidak dapat berjalan,” katanya.

Untuk keadaan darurat, bus berukuran lebar 2,4 meter dan panjang 12 meter tersebut sudah dilengkapi dengan sistem panic button. Bila ada kondisi kebakaran atau kecelakaan, pengemudi bus dapat menekan tombol tersebut. “Maka alarm akan berbunyi dan pintu bus akan terbuka secara otomatis,” ujarnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berkesempatan menjajal bus itu, dia mengaku cukup puas dengan Suroboyo Bus. 

Meski demikian, perempuan yang akrab disapa Risma itu memberikan masukan untuk penyempurnaan operasional bus. “Nanti kalau bikin halte, panjangnya harus sama dengan bus ini. Agar penumpang yang masuk dari pintu depan dan belakang semuanya terakomodir,” kata Risma.

Dia juga yakin, Suroboyo Bus mampu mengurangi beban volume kendaraan di jalan. Pasalnya, bus ini telah terintegrasi dengan sistem pengaturan traffic light, yang otomatis akan berubah menjadi hijau jika bus ini melintas. Sedangkan terkait kepastian rute akan disosialisasikan lebih lanjut oleh Dinas Perhubungan (Dishub).



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id