Soekarwo: Sikap Politik Kader Demokrat tak Bisa Dikontrol

Daviq Umar Al Faruq 11 September 2018 18:16 WIB
partai demokrat
Soekarwo: Sikap Politik Kader Demokrat tak Bisa Dikontrol
Gubernur Jatim Soekarwo, Medocm.id - Daviq
Malang: Sejumlah kader Partai Demokrat menyuarakan dukungan untuk Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo mengatakan partai tak dapat mengintervensi sikap politik kader secara pribadi.

Sikap kader mendukung Jokowi-Ma'ruf berseberangan dengan keputusan DPP Partai Demokrat. Sebab, DPP bergabung dalam koalisi partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Tentang pilihan-pilihan pribadi itu, memang kita arahkan. Tapi kalau dia (kader) punya sikap sendiri kan ndak bisa dikontrol. Sampeyan (kamu) senang sama A, senang sama B, saya kan tidak tahu," kata Soekarwo usai pelantikan 41 anggota legislatif pergantian antar waktu (PAW) di DPRD Kota Malang, Jatim, Senin, 10 September 2018.


Sebagai petinggi partai, Soekarwo mengatakan perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas di kursi anggota dewan. 

"Calon (legislatif) ini kita lakukan coaching clinic tentang bagaimana sebetulnya yang integritas dan lain sebagainya. Tugas yang lain itu, pokok saya hanya masalah memperbanyak anggota legislatif," bebernya.

Partai Demokrat mempersilakan kader-kadernya mendukung pasangan kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dengan catatan, mereka tak masuk dalam struktur tim pemenangan. Namun, Partai Demokrat enggan disebut menjalankan politik dua kaki.

Baca: Demokrat Persilakan Kader Dukung Jokowi-Ma'ruf

"Mungkin kita akan meminta kader kami untuk tidak usah masuk secara resmi di tim pemenangan. Mungkin itu salah satu cara kami nanti. Jadi kalau resmi masuk di sana kan seolah-olah ini berhadapan antara partai dengan kader," kata Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di kediaman SBY, kompleks Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu, 9 September 2018. 

Kader-kader yang berbeda pilihan itu tetap mengkampanyekan dan mengajak masyarakat memilih Partai Demokrat. Sementara untuk pilihan capres diserahkan kepada individu masing-masing.

Dispensasi yang diberikan Partai Demokrat di beberapa daerah seperti Papua dan Sulawesi Utara lantaran suara Prabowo-Sandi tidak terlalu signifikan. Aspirasi kader di wilayah tersebut pun lebih condong mendukung ke pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. 

Lihat video:




(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id