Polisi mensterilkan lokasi ledakan bom di Bangil, Pasuruan, Kamis, 5 Juli 2018, Medcom.id - Hadi
Polisi mensterilkan lokasi ledakan bom di Bangil, Pasuruan, Kamis, 5 Juli 2018, Medcom.id - Hadi (Syaikhul Hadi)

Terduga Pemilik Bom Mantan Narapidana Kasus Terorisme

Bom di Pasuruan
Syaikhul Hadi • 05 Juli 2018 21:35
Pasuruan: Abdullah, 50, terduga pemilik bahan peledak di Pasuruan, Jawa Timur, pernah ditahan atas kasus terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta. Bom yang ia miliki itu meledak di sebuah rumah di Desa Pagor, Bangil, Pasuruan, Kamis siang, 5 Juli 2018.
 
Hal itu disampaikan Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin saat menggelar jumpa pers di Mapolres Pasuruan. Machfud mengatakan ledakan itu mengakibatkan anak dari Abdullah terluka.
 
"Ini kelompok lama. Dia pernah ditahan juga di LP Cipinang dengan kasus yang sama," ujar Machfud.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Abdullah, lanjut Kapolda, sempat meringkuk di penjara selama lima tahun dan keluar sejak tiga tahun belakangan. Ia kemudian menikah dengan seorang janda asal Bangil, Pasuruan. 
 
"Ditahan lima tahun dan bebas sejak tiga tahun terakhir," tegas nya. 
 
Perangkat setempat, lanjut Kapolda,  memberikan keterangan bahwa Abdullah belum setahun tinggal dilokasi tersebut. Pemilik rumah  berulang kali meminta kartu keluarga terduga. Namun  tak kunjung diberikan. 
 
"Jadi, berulang kali diminta KK nya tapi enggak diberikan," 
 
Saat ini, densus Polda dan Polres sama-sama bergerak untuk melakukan pencarian dan penangkapan terhadap pelaku. Pihaknya mengimbau agar warga masyarakat tetap tenang dan menyerahkan kepada pihak kepolisian. 
 
"Identitasnya semua sudah kita kantongi. Masyarakat tetap tenang dan waspada. Serahkan pada kami (kepolisian). Doakan saja dalam waktu dekat bisa tertangkap," tandansya. 
 
Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan berusaha mengenal lingkungannya sendiri. Jika ada warga yang dinilai mencurigakan jangan segan-segan untuk melaporkan kepada aparat kepolisian. "Silakan laporkan jika ada hal yang mencurigakan. Pasti akan kami tindak lanjuti," pungkasnya.  
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi