18.000 pemilih di Sidoarjo Belum Masuk DPT

Syaikhul Hadi 11 Juli 2018 09:31 WIB
pilegpilpres 2019
18.000 pemilih di Sidoarjo Belum Masuk DPT
Ketua Panwas Sidoarjo, M. Rosul, Rabu, 11 Juli 2018. Medcom.id/Syaikhul Hadi
Sidoarjo: Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Sidoarjo M. Rosul menengarai lebih dari 18.000 pemilih di kabupaten Sidoarjo masih menggunakan KTP elektronik (KTP-el). Mereka yang sebagian besar masuk dalam kategori pemilih pemula belum masuk daftar pemilih tetap (DPT) saat Pilgub Jatim 2018.

"(Pilgub) kemarin, 18 ribu pemilih tidak terdaftar dalam DPT. Mereka lebih banyak menggunakan E-KTP," kata Rosul, Rabu, 11 Juli 2018.

Pihaknya meminta agar pencocokan dan penelitian (coklit) harus lebih ditingkatkan. Pemilih harus terakomodir dalam menggunakan haknya dalam pemilih presiden, legislatif maupun kepala daerah yang akan datang.


Menurut Rosul, partisipasi pemilih dalam kontestasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur di Sidoarjo rendah. Partisipasi pemilih sidoarjo hanya 65,81 persen dari 1,4 juta DPT.

"Yang jelas untuk pilpres, dan pileg mendatang jelas akan meningkat. Karena masyarakat saat ini tingkat emosionalnya tinggi dalam menggunakan hak pilihnya," kata dia.

Ada beberapa faktor yang menarik masyarakat untuk memilih. Salah satunya penyelenggara yang amanah dalam penerapannya peraturan perundang-undangan, dan figur yang ditawarkan memang responsif kepada masyarakat.

"Masyarakat saat ini sudah mulai mengetahui pentingnya pemilu. Karena pemilu sendiri memberikan makna dalam proses pemilihan sosok pemimpin," kata dia.

Disamping itu, proffability juga menjadi penting. Calon satu dengan calon lainnya memiliki rekam jejak yang bagus. Maka, ketertarikan masyarakat dalam memilih calon pemimpinnya semakin meningkat.




 



(SUR)