Ilustrasi pendakian Gunung Semeru. Medcom.id/Daviq Umar
Ilustrasi pendakian Gunung Semeru. Medcom.id/Daviq Umar (Daviq Umar Al Faruq)

Pendaki Berpaspor Amerika Meninggal di Gunung Semeru

pendaki tewas
Daviq Umar Al Faruq • 20 Mei 2019 16:33
Malang: Seorang pendaki warga negara asing (WNA), Prasetio Tjondro, 62, diinformasikan meninggal dunia di Gunung Semeru, Jawa Timur, Minggu 19 Mei 2019. Pria berpaspor Amerika Serikat tersebut diduga menghembuskan nafas terakhirnya karena sakit.
 
Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Sarif Hidayat membenarkan kabar tersebut saat dikonfirmasi Medcom.id, Senin 20 Mei 2019.
 
Sarif menjelaskan pendaki tersebut awalnya melakukan pendakian pada Jumat 17 Mei 2019 lalu. Dia berangkat bersama 21 orang pendaki lainnya yang dibagi menjadi tiga tim, masing-masing tim beranggotakan 7 orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka didampingi porter dan guide. Dari 21 anggota rombongan tersebut salah satunya atas nama Lili berprofesi sebagai dokter di tim kedua," ujarnya.
 
Prasetio tergabung dalam tim pertama. Dia bersama rombongan berangkat sekitr pukul 10.00 WIB setelah menyelesaikan administrasi (simaksi) pendakian dan pengarahan di Kantor RPTN Ranupani Seksi PTN III Senduro Bidang PTN II Lumajang BBTNBTS.
 
"Mereka didampingi dua porter dan satu orang guide bergerak melakukan pendakian menuju Ranu Kumbolo. Dari ketujuh pendaki tim pertama tersebut 1 orang berpaspor USA atas nama Prasetio Tjondro. Sementara  6 pendaki lain berwarga Negara Indonesia," jelasnya.
 
Rombongan tiba di Ranu Kumbolo sekitar pukul 18.00 WIB. Kemudian mereka memutuskan untuk beristirahat dan mendirikan tenda di dekat shelter Ranu Kumbolo.
 
Sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu 18 Mei 2019, Prasetio mengeluh sakit perut dan meminta obat diare ke temannya Lili yang juga berprofesi sebagai dokter.
 
"Pukul 19.03 WIB, kondisi Prasetio semakin memburuk, sehingga oleh rekan rombongan dan porter dipindahkan ke shelter Ranu Kumbolo untuk menghangatkan badan dan mendapatkan pertolongan pertama sekaligus penanganan lainnya," ungkap Sarif.
 
Pada pukul 22.15 WIB, petugas jaga Resort PTN Ranupani menerima laporan dari salah satu kru pendakian bahwa Prasetio mengalami sakit di Ranu Kumbolo dan meminta bantuan untuk  dilakukan evakuasi. Selanjutnya, Petugas pos RPTN Ranupani menghubungi tim evakuasi untuk segera mengevakuasi Prasetio dari Ranu Kumbolo menuju Kantor Resort Ranu Pani.
 
Pada pukul 00.30 WIB, Minggu 19 Mei 2019, nyawa Prasetio tak bisa tertolong. Tim evakuasi tiba di kantor RPTN Ranupani dengan membawa jenazah korban pada pukul 04.55 WIB.
 
"Korban disemayamkan di musala sekitar Resor Ranu Pani. Kami sudah melakukan pemeriksaan ulang korban oleh tim kesehatan pos RPTN Ranupani untuk memastikan kondisi saat itu, dengan hasil betul korban telah meninggal dunia," pungkasnya.
 
Jenazah korban dibawa ke RSUD Lumajang untuk kemudian diberikan ke perwakilan rombongan disaksikan pihak kepolisian dan selanjutnya diberangkatkan ke Yogayakarta.
 

 
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif