Ilustrasi kelompok bersenjata, Medcom.id - M Rizal
Ilustrasi kelompok bersenjata, Medcom.id - M Rizal ()

Pekerja yang Diberondong Tembakan di Papua Kebanyakan dari Sulsel

Pembunuhan Puluhan Pekerja di Papua
04 Desember 2018 11:55
Jakarta: Informasi mengenai jumlah korban penembakan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, masih simpang siur. Direktur Utama PT Istaka Karya Sigit Winarto mengaku masih menunggu informasi di lapangan mengenai jumlah pekerja yang tewas dalam kejadian tersebut.
 
Dalam keterangan pers yang berlangsung di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jakarta, Sigit mengatakan korban merupakan pekerja yang tengah membangun jembatan di ruas Trans Papua. Lokasi pembangunan di antara Kali Yigi dan Kali Aurak.
 
"Untuk jumlah korban masih kami konfirmasi sesuai dengan situasi di lapangan. Tapi untuk pekerja, kami perkirakan berasal dari Sulawesi Selatan. Menurut data kami, jumlah pekerja di lokasi 28 orang. Jadi identitas dan jumlah korban masih akan kami koordinasikan," kata Sigit, Selasa, 4 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Menteri Basuki Sebut Penembakan di Ruas Trans Papua
 
Sigit mengatakan masih menunggu hasil pengecekan informasi mengenai penembakan. Saat ini, Panglima Kodam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI YP Sembiring dan Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin Siregar dalam perjalanan menuju lokasi.
 
PT Istaka Karya merupakan perusahaan yang menggarap 14 jembatan di jalur Trans Papua. Satu di antaranya jembatan yang menghubungkan Kali Yigi dengan Kali Aurak. 
 
Menteri PUPR Basuki Hardimuljono menyebutkan, selain PT Istaka Karya, pembangunan jembatan juga dikerjakan Brantas Abipraya. Trans Papua membentang sepanjang 284,3 Km dari Nduga, Wamena, Habema, hingga Mamugu.
 
Di jalur tersebut, terdapat 35 jembatan. Selain Istaka, Brantas Abiraya juga membangun 21 jembatan.
 
Lihat video:
 
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi