Banyuwangi Sabet Penghargaan Sektor Pertanian
Gubernur Jatim Soekarwo saat memberikan penghargaan sektor pertanian kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, pada acara peringatan Hari Pangan Sedunia di Surabaya, Senin, 5 Oktober 2018. (Medcom.id/Amal).
Surabaya: Kabupaten Banyuwangi satu-satunya daerah di Jawa Timur yang mendapat penghargaan sektor pertanian. Penghargaan ini diberikan oleh Gubernur Jatim Soekarwo kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada acara peringatan Hari Pangan Sedunia di Surabaya, Senin, 5 Oktober 2018.

"Alhamdulillah, para petani di Banyuwangi luar biasa kinerjanya, terus berhasil menjaga produksi di tengah tantangan perubahan iklim. Sektor pangan Banyuwangi surplus semua, baik itu padi, jagung, maupun kedelai," kata Anas usai menerima penghargaan sektor pertanian.

Banyuwangi diganjar penghargaan seiring bagusnya kinerja pertaniannya, sehingga mampu mendistribusikan berbagai hasil pertanian ke daerah lain. Banyuwangi sebelumnya juga diganjar penghargaan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Jokowi.


Menurut Anas, hampir 65 persen produksi pangan Banyuwangi dipasok ke daerah lain. Bahkan Banyuwangi ikut menopang ketahanan pangan Jatim dan nasional.

"Produk pangan kami dikirim ke Bali, Lombok, Kaltim, Aceh, Surabaya, dan Jakarta. Bahkan, beras organik sudah diekspor ke luar negeri. Demikian pula produk hortikultura seperti manggis yang sudah ekspor,” katanya.

Baca: Jatim Klaim Jadi Tulang Punggung Ketahanan Pangan Nasional

Tak hanya itu, produksi padi di Banyuwangi juga terus tumbuh, dari 772.109 ton pada 2014, dan kini mencapai 817.478 ton (2017). Kemudian jagung tumbuh dari 142.915 ton (2014) menjadi 218.409 (2017), sementara kedelai cukup berfluktuatif, dari 51.021 (2014) menurun menjadi 45.738 (2017).

Saat ini, sambung Anas, Banyuwangi juga sudah mulai mengembangkan bawang putih untuk membantu mengurangi impor. Sejak 2017, sebanyak 130 hektare lahan di Banyuwangi mulai ditanami bawang putih dan telah dipanen perdana bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada Maret 2018 lalu.

“Selain terus berupaya meningkatkan produktivitas, Banyuwangi juga menetapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan atau LP2B seluas 55.023 hektare yang tidak boleh dialih fungsikan,” kata Anas.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id