Sampaikan Belasungkawa, Pegawai Pajak di Malang Gunakan Pita Hitam

Daviq Umar Al Faruq 30 Oktober 2018 21:56 WIB
Lion Air Jatuh
Sampaikan Belasungkawa, Pegawai Pajak di Malang Gunakan Pita Hitam
Pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur III mengenakan pita berwarna hitam di lengan kiri.
Malang: Suasana berduka terlihat di setiap sudut kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur III, Selasa, 30 Oktober 2018. Seluruh pegawai di kantor itu tampak mengenakan pita berwarna hitam di lengan kiri mereka.

Aksi itu sebagai bentuk ucapan bela sungkawa atas jatuhnya pesawat Lion Air JT610, Senin, 29 Oktober 2018 pagi. Pasalnya dalam kecelakaan itu, terdapat sejumlah pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menjadi korban.

Kepala Bidang P2 Humas Kanwil DJP Jatim III, Eko Budi Hartono mengatakan aksi pita hitam ini rencananya dilaksanakan hingga Jumat 2 November 2018. Aksi ini merupakan instruksi langsung dari Kemenkeu.


"Kemenkeu berkabung karena pesawat Lion Air JT610 jatuh dan ada banyak pegawai Kemenkeu yang menjadi korban," katanya kepada awak media.

Seperti diketahui, terdapat 21 pegawai Kemenkeu yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Terdiri dari 14 pegawai DJP, 6 pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), dan 3 pegawai Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

"Kami tadi juga memanjaatkan doa bersama saat upacara Hari Uang Nasional, doa kami panjatkan doa untuk teman-teman dari Kemenkeu yang menjadi korban," bebernya.

Selain menggelar doa bersama, DJP Jatim III juga melaksanakan sholat ghoib untuk mendoakan pegawai Kemenkeu yang menjadi koban. Sholat ghoib tersebut dilaksanakan usia sholat dhuhur.

Sebelumnya diberitakan, pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkal Pinang hilang kontak. Manager Humas Airnav Yohanes Sirait mengatakan, pesawat  hilang kontak tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB.

Sementara itu Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan pesawat Lion Air JT610 jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat. Tim menemukan berbagai benda dari pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang itu di permukaan air.

'Sampai lokasi menemukan ada puing-puing pesawat, pelampung, dan handphone. Lokasi hanya hanya berjarak 2 atau 3 mil dari koordinat yang diberi air traffic control (ATC),' kata Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id