Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa, 15 Januari 2019. (Syaikhul Hadi)
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa, 15 Januari 2019. (Syaikhul Hadi) (Antara)

Jatim Siagakan 8.000 Personel

Demo Massa Penolak Pemilu
Antara • 22 Mei 2019 19:07
Surabaya: Kepolisian Daerah Jawa Timur menetapkan status siaga 1 di wilayahnya, pascakerusuhan di Ibu Kota, Rabu, 22 Mei 2019. Polda Jatim menyiagakan 8.000 personel yang tersebar di masing-masing polres jajaran. 
 
"Ada yang siaga di wilayahnya, ditambah TNI. Sekitar 8.000 lebih sedikit," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya. 
 
Barung melanjutkan, Polda Jatim juga mengirim sekitar 650 personel untuk diperbantukan ke Jakarta. Dari 650 personel itu, terdiri dari 200 personel brimob dan 450 personel sabhara. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan, pihaknya mengimbau agar warga Jatim tak berangkat ke Jakarta lantaran ditakutkan adanya kerusuhan yang ditumpangi oknum tertentu. Pihaknya pun melakukan razia juga menghadang massa yang diduga akan ke Jakarta. 
 
"Inilah yang dimaksud oleh Kapolda Jatim, bahwa adanya setting-an kerusuhan oleh pihak-pihak tertentu yang sekarang diselidiki oleh Mabes Polri dan Polda Metro Jaya," tuturnya.
 
Barung mengungkap, seorang koordinator aksi 22 Mei mengaku dalam pemeriksaan, telah menerima pesanan terkait tur tersebut. Kini, koordinator tersebut dikenakan wajib lapor. 
 
"Memang dia yang melakukan, dia yang menerima order, si Feni yang menerima secara administrasi. Kami jadikan wajib lapor. Tetap kami jadikan tersangka tapi tidak ditahan," bebernya. 
 
Lebih lanjut, Barung mengaku belum menerapkan tersangka terkait temuan senjata tajam dan bom molotov dari rombongan aksi 22 Mei 2019, di Jatim. 
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif