Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat melakukan sidak parcel di Surabaya. (Medcom.id/Amal).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat melakukan sidak parcel di Surabaya. (Medcom.id/Amal). (Amaluddin)

Khofifah Sidak Parcel Jelang Lebaran

Ramadan 2019
Amaluddin • 19 Mei 2019 17:34
Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar inpeksi mendadak makanan dan minuman, serta parcel yang dijual di pasaran. Sidak dilakukan guna memastikan parcel aman bagi pembeli untuk dikonsumsi alias tidak kedaluwarsa.
 
Khofifah sidak di dua lokasi, yakni dua swalayan di kawasan Jalan Adityawarman dan Jalan Wali Kota Mustajab, Surabaya, Minggu, 19 Mei 2019. Dalam sidak tersebut, Khofifah didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim Kohar, Kepala Disperindag Jatim Drajat Irawan, Kepala Satpol PP Jatim Budi Santosa, serta Kabid Pemeriksaan BPOM Surabaya Endah Setijowati.
 
Kunjungan pertama orang nomor satu di Pemprov Jatim itu dilakukan di salah satu swalayan di Jalan Adityawarman, Surabaya. Khofifah mengecek beberapa mamin yang dijual, serta mengecek secara detail parsel berisi sejumlah produk makanan dan snack yang dipajang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari hasil sidak tersebut, Khofifah tidak menemukan produk makanan dan minuman di luar ketentuan BPOM, termasuk soal kedaluwarsa dalam parcel. Khofifah juga meninjau salah satu toko penjual parcel di kawasan Jalan Walikota Mustajab, Surabaya. Namun Khofifah tidak mendapati makanan dan minuman yang kondisinya tidak layak jual.
 
"Kita ingin mendapatkan hasil pemantauan lapangan dan hasil barang yang beredar atau yang akan dikonsumsi memenuhi kualifikasi atau tidak. Baik dari sisi regulasinya, tanggal kedaluwarsa (expired date) nya dan seterusnya," kata Khofifah.
 
Menurut Khofifah, pada hari-hari seperti ini rawan barang kedaluwarsa yang diperjualbelikan. Oleh karena itu, pihaknya mengaku sidak ke dua kawasan penjualan parcel di Surabaya.
 
"Kita hanya ingin memastikan keamanan barang yang akan dikonsumsi pembeli.  Allhamdulillah kami melihat isi parcel sesuai aturan dan regulasi. Semua terkawal dan terkontrol termasuk tadi ada parcel yang secara random atau acak dibuka dan oleh tim dari BPOM juga dicek yang kesimpulannya pada posisi aman tidak ada temuan juga sesuai regulasi," kata Khofifah.
 
Sementara itu, Kabid Pemeriksaan BPOM Surabaya Endah Setijowati, mengatakan untuk memantau makanan dan minuman yang dijual, pihaknya melakukan pemantauan secara periodik melalui inspeksi ke sarana distribusi pangan. 
 
Jelang lebaran tahun ini, BPOM Surabaya telah melakukan tujuh tahap pemantauan sejak dua minggu sebelum puasa hingga 7 Juni 2019 mendatang.
 
"Ada tim yang memantau secara rutin. Mereka keliling. Bagi konsumen yang mendapati barang yang dibeli dalam parcel terdapat tidak sesuai dengan ketentuan atau rusak, maka mereka bisa melaporkan atau mengembalikan kepada penjual," ujarnya.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif