Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih Emil Elistianto Dardak--Medcom.id/Dheri Agriesta.
Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih Emil Elistianto Dardak--Medcom.id/Dheri Agriesta. (Amaluddin)

Khofifah Minta Aktor Pembakar Mapolsek Diungkap

Demo Massa Penolak Pemilu
Amaluddin • 24 Mei 2019 14:50
Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyesalkan aksi pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura. Khofifah mendorong polisi mengusut tuntas kasus tersebut.
 
"Kami mendukung penuh pihak kepolisian untuk memproses siapa saja pelaku pembakaran itu, bila memang terbukti. Hal  seperti ini tidak bisa ditolerir apapun alasannya. Sedari awal kita semua sudah sepakat bahwa Pemilu 2019 harus berjalan damai," kata Khofifah, di Surabaya, Jumat, 24 Mei 2019.
 
Khofifah berharap, aparat penegak hukum segera mengungkap aktor di balik kasus pembakaran itu. Dia mendorong polisi memproses hukum, siapa pun pelaku dan provokator pembakar mapolsek tersebut. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan mudah termakan isu, segera tabayun (klarifikasi) jika  ada yang kurang jelas, jangan sampai katanya ini, katanya itu. Cari informasi yang benar-benar valid karena saat-saat seperti ini banyak beredar berita bohong atau hoaks yang bermaksud memprovokasi dan mengadu domba masyarakat. Jangan terpancing," imbuhnya.
 
Baca:Polisi Kantongi Identitas Pembakar Polsek Tambelangan
 
Khofifah menerangkan, soal aksi 22 Mei wajar dilakukan untuk menyampaikan aspirasi. Demonstrasi adalah cara lain untuk mengawal dan mengkritisi kebijakan pemerintah jika dianggap tidak sejalan dengan keinginan rakyat. 
 
"Yang menjadi salah apabila aksi yang seharusnya berjalan damai justru diwarnai aksi anarkisme, kekerasan, dan pengrusakan, apalagi jika sampai menimbulkan korban jiwa," ujarnya.
 
Khofifah menekankan, agar semua pihak  menghormati kesepakatan yang sudah tertuang dalam konstitusi dan regulasi. Dia menegaskan, merupakan kewajiban seluruh elemen bangsa tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan NKRI. 
 
"Demokrasi merupakan berkah bagi bangsa Indonesia. Jangan sampai berbalik menjadi musibah. Jika tidak puas dengan hasil pemilu maka mekanismenya juga dilaksanakan secara konstitusional. Jangan sampai keluar dari koridor itu, karena akan merusak tatanan demokrasi yang sudah susah payah kita bangun," tandas Khofifah.
 
Baca: Pembakar Polsek Tambelangan Terpengaruh Hoaks
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif