AIS Kini Sebatang Kara
Kondisi Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, setelah ledakan terjadi pukul 08.50 WIB, Senin, 14 Mei 2018, dok: istimewa
Surabaya: Kondisi AIS, anak dari pasangan suami istri terduga teroris yang meledakkan diri di Mapolrestabes Surabaya berangsur membaik. AIS kini dalam perawatan RSU Bhayangkara Surabaya. 

Sayangnya, sejak dirawat intensif akibat terkena serpihan ledakan bom belum ada satupun keluarga yang menjenguk atau mendampingi. 

Anak berusia delapan tahun itu hanya mau berbicara dengan suster yang sehari-hari merawatnya di RSU Bhayangkara. 


Meskipun sejumlah pejabat datang, seperti Ketua DPR Bambang Susatyo dan Kapolda Jatim Irjen Pol Mahfud Arivin. Ais tetap membisu dan memilih berbaring.

Istri Kapolda Jatim Lita Machfud, sempat melihat kondisi AIS dari dekat. Lita merasakan kesedihan mendalam. Terlebih, tak ada keluarga yang mendampingi AIS selama perawatan. 

"Jika saja ada keluarga yang tahu, juga belum tentu mau datang. Namun, melihat kondisinya sangat miris dan kasihan," kata Lita.

Lita merasa miris, lantaran AIS telah dirasuki ajaran radikalisme. Menurutnya, perlu perjuangan ekstra untuk mengembalikan AIS selayak anak-anak seumurnya. 

Dia berpesan kepada suster yang menjaga AIS, untuk terus mengajak berkomunikasi dan mengembalikan keceriaan bocah delapan tahun itu. 

"Apalagi anak-anak sangat butuh kasih sayang," ucapnya.

Baca: Kondisi Empat Anak Saksi Mahkota Teror Bom Membaik



(LDS)