"Jadi, kami beli beras hasil panen para petani, untuk kemudian disalurkan ke para penerima BPNT," kata Kepala Desa Kedungdalem, Sumartono, kepada Medcom.id, Minggu, 20 Januari 2019.
Pak Tinggi, demikian ia disapa, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut ia lakukan semenjak menjadi Kepala Desa Kedungdalem. Ia pun mengkoordinir para petani di wilayahnya, agar beras hasil panen disalurkan untuk penerima BPNT.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Dulu petani bingung mau jual kemana beras hasil panennya. Tapi karena ada program BPNT ini, Alhamdillah beras mereka dijual ke Desa untuk kemudian disalurkan ke penerima BPNT. Jadi banyak yang diuntungkan, khususnya warga yang profesinya sebagai petani," jelas Pak Tinggi.
Pak Tinggi mengaku dirinya menjadi agen penyalur beras BPNT sejak bulan Mei 2018. Sepanjang 2018, jumlah beras dari petani di wilayahnya mencapai sekitar 2 hingga 4 ton. Beras petani dipatok harga sebesar Rp9.500 per kilogram.
"Kemudian beras itu kita salurkan ke 191 penerima BPNT. Jadi penerima BPNT mulai ngambil setiap tanggal 25 setiap bulan, masing-masing mendapat 10 kg beras dan 1 kg telur," katanya.
Jika pasokan beras dari petani tidak mencukupi, lanjut Pak Tinggi, pihaknya berkoordinasi dengan Bulog untuk menyuplai. Sebab, jumlah beras yang disalurkan ke BPNT mencapai sekitar 1 ton per bulan.
"Alhamdulillah sejauh ini berjalan lancar. Yang jelas, sejak ada program BPNT ini petani setempat juga diuntungkan, karena tidak perlu jauh-jauh menjual berasnya. Terimakasih Pak Jokowi atas programnya, warga sangat menikmati dan diuntungkan. Sirkulasi uang juga berputar, yang pasti masyarakat setempat diuntungkan," ungkap Pak Tinggi.
Sementara itu, Wakil Kepala Bulog Probolinggo, Alhori menambahkan, bahwa program BPNT di wilayahnya berjalan aman dan lancar. Kebutuhan beras dan telur untuk disalurkan ke penerima BPNT tercukupi.
Kita sebenarnya tergantung pesanan. Kalau stok beras di desa habis, kita bantu. Kita selalu menyalurkan beras sekitar 375 ton beras dalam sebulan untuk wilayah Kabupaten, dan 50 ton beras untuk Kota Probolinggo," kata Alhori.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(DEN)
