Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan saat Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2019 di Surabaya, Jawa Timur. MI/RAMDANI
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan saat Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2019 di Surabaya, Jawa Timur. MI/RAMDANI (Amaluddin)

Jokowi Ingin Media Konvensional Jadi Pengendali Isu Hoaks

jokowi hari pers nasional
Amaluddin • 09 Februari 2019 11:25
Surabaya: Presiden Joko Widodo berharap media konvensional yang profesional bisa menjadi pengendali isu hoaks alias berita bohong. Sebab, media konvensional lebih dipercaya masyarakat daripada media sosial (medsos) dalam penyajian informasi.
 
"Pada tahun 2018, kepercayaan masyarakat terhadap media konvensional sebesar 63 persen berbanding 40 persen untuk media sosial," kata Jokowi, dalam sambutan perayaan puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Grand City Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 9 Februari 2019.
 
Di era digital ini, lanjut Jokowi, siapapun dapat bekerja sebagai jurnalis. Tetapi, tidak sedikit yang menyalahgunakan medsos untuk menebar ketakutan di ruang publik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setiap orang bisa bisa menjadi wartawan dan pemred. Tetapi kadang digunakan untuk menciptakan kegaduhan, ada juga yang membangun ketakutan pesimisme," katanya.
 
Jokowi mencontohkan, salah satunya ketika pemerintah menyampaikan informasi yang berisi kabar baik dan fakta. Tetapi, yang muncul di ruang publik hal tersebut disimpulkan sebagai pencitraan semata.
 
"Padahal itu disampaikan pemerintah untuk membangun masyarakat yang sadar akan informasi," ujarnya.
 
Oleh karena itu, Jokowi berharap ditengah kegaduhan dan massifnya peredaran berita bohong atau hoaks, media konvensional yang profesional dapat menjadi pengendali suasana. "Media harus bisa mencari kebenaran dan mencari fakta bukan kabar bohong," katanya.
 

(EKO)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif