Angin kencang yang datang secara tiba-tiba tersebut menghamburkan atap dan bangunan rumah warga. Selain itu, tempat belajar (mengaji) di dusun setempat rusak lantaran terkena puting beliung.
Puting beliung terjadi pada sore hari, Jumat. 23 Februari 2018. Angin ribu datang dari arah selatan dan bergerak ke arah utara. "Tak lebih dari 10 menit, banyak atap-atap rumah warga yang dihempas puting beliung," ucap warga setempat, Alfian, Jumat, 23 Februari 2018.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Menurut warga, datangnya angin puting beliung tidak diiringi hujan. Jumlah korban puting beliung belum diketahui pasti.
"Yang jelas tadi ada anak kecil yang sempat terkena reruntuhan atap hingga berdarah," katanya.
(Baca: Puting Beliung Terjang Sidoarjo, Sejumlah Rumah Rusak)
Kepala Desa Ngingas Samian masih melakukan pendataan terkait kerusakan rumah warga akibat puting beliung. Saat ini, warga sedang bergotong royong untuk melakukan pembenahan dan membersihkan bekas reruntuhan atap.
"Untuk jumlahnya, masih kami data," ucap Samian.
Ia membenarkan, salah satu warga bernama Habibi, 11, menjadi korban reruntuhan atap. Saat ini sudah dilarikan ke rumah sakit.
Hingga saat ini, kerusaka di RT09/RW03 berupa 17 rumah dan Pondok Pesantren Miftahul Huda. Sedangkan di RT 04 RW 01 kerusakan terjadi di 11 rumah penduduk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SUR)
