Iskandar saat melukis. Medcom.id / Rahmatullah
Iskandar saat melukis. Medcom.id / Rahmatullah (Rahmatullah)

Pelukis Sumenep yang Mampu Mendunia

kisah inspiratif
Rahmatullah • 05 Maret 2019 19:23
Sumenep: Iskandar, 33, belajar melukis secara otodidak. Pria asal Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, Sumenep, Jawa Timur, itu pun tidak pernah menyangka lukisan hasil karyanya bakal menyedot perhatian banyak orang. Apalagi sampai membuat orang luar negeri terpukau dengan karyanya itu.
 
Iskandar hanya ingin menumpahkan isi pikiran ke dalam lukisan dan sekadar menyalurkan hobi. Berkat ketekunan dan terus bereksplorasi mengenai racikan warna, ia pun kebanjiran pesanan. Peminat lukisan Iskandar tidak hanya dari dalam negeri.
 
“Banyak dari luar negeri yang pesan. Terakhir dari London dua orang yang pesan itu. Katanya mau dijadikan hadiah untuk kekasihnya. Dia tertarik ke lukisan saya yang di-posting di Instagram,” tutur Iskandar, Selasa, 5 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karyanya juga dipesan Malaysia, Arab Saudi, London, Turki, dan Tibet. Iskandar bersyukur lukisannya dipesan warga asing. Itu menandakan bahwa hasil rangkaian warnanya berkualitas bagus.
 
Rata-rata objek lukisan Iskandar berupa wajah. Namun, Iskandar awalnya suka menggambar suasana gunung, pedesaan, dan laut semasa duduk di bangku Sekolah Dasar. Setelah itu ia pun mencoba melukis wajah. Wajah artis yang didapatkan di sampul buku tulis jadi modelnya.
 
“Jadi waktu SD itu, sudah ada yang pesan lukisan wajah ke saya. Lumayan hasilnya untuk uang jajan,” kenangnya tersenyum.
 
Sejak ada yang pesan lukisan wajah itulah, semangat Iskandar semakin menggebu. Kini ia menjadi pelukis profesional meski tidak pernah belajar kepada siapa pun. Karya-karyanya diikutkan ke berbagai pameran.
 
Dia kini mengaku sibuk meladeni pesanan pelanggan. Meski sibuk melukis karena banyak pesanan, Iskandar tetap melayani setiap orang yang ingin belajar di rumahnya.
 
Ia merasa harus telaten membimbing orang-orang yang ingin belajar itu. Iskandar sangat bersyukur karena di antara yang belajar itu, sebagian sudah menyabet juara satu tingkat nasional dalam lomba melukis.
 
Ke depan, ia ingin mendirikan pondok pesantren khusus menampung orang-orang yang mau belajar melukis. Ia mengatakan sudah ada sebidang tanah untuk mendirikan pondok pesantren tersebut, tapi masih terkendala material bangunan dan ongkos tukang.
 
“Dalam melukis itu butuh fokus, butuh pengendalian diri. Melukis juga harus melibatkan perasaan halus. Sama persis seperti orang yang hendak ibadah. Saya ingin mendirikan pondok melukis itu untuk disisipkan nilai-nilai itu,” jelas Iskandar.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif