Kepala Bidang Penyelenggaraan Syariah Kemenag Jember Muhammad Moeslim mengatakan sesuai syariah, proses penentuan awal bulan Ramadan ditentukan atas dasar hasil rukyatul hilal di akhir bulan syakban. Apabila bulan dapat dilihat, maka esok hari sudah bisa dipastikan sebagai awal Ramadan. Tapi, jika bulan belum terlihat, maka bulan syakban digenapkan menjadi 30 hari.
"Apabila bulan dapat dilihat, maka esok hari atau hari Rabu sudah bisa dipastikan sebagai awal Ramadan. Apabila bulan belum terlihat, maka bulan syakban digenapkan menjadi 30 hari, serta awal Ramadan bisa jatuh lusa atau hari Kamis." Kata Moeslim.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Moeslim juga menjelaskan, secara serentak hari ini akan dilakukan rukyatul hilal di seluruh Indonesia dimulai pukul 16.00 WIB. Di Jember rukyatul hilal akan dilakukan di dua titik yaitu di Gunung Sadeng dan Pantai Paseban.
Dalam pematauan itu, Kemenag Jember akan melibatkan beberapa pihak, di antaranya IAIN Jember, NU Jember, Muhammadiyah Jember dan beberapa pondok pesantren untuk ikut terlibat rukyatul hilal hari ini.
Lebih lanjut Moeslim menyatakan, apapun hasil rukyatul hilal nanti sore akan langsung dilaporkan ke kementerian Agama RI. Pihaknya juga mengimbau kepada umat Islam, untuk menunggu keputusan Pemerintah mengenai penetapan awal bulan Ramadan tahun ini.
"Kami mengimbau kepada umat Islam untuk menunggu hasil keputusan Pemerintah tentang penetapan awal bulan Ramadan tahun ini." kata Moeslim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
