Anggota TNI Terlibat Kasus Tewasnya Pegawai Minimarket
Panglima Divif 2 Kostrad, Mayjen TNI Marga Taufiq. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Malang: Kasus pegawai minimarket Puji Astrianto, 30, yang tewas dalam kondisi terkubur di sebuah lahan pohon sengon kini menguak fakta baru. Sebelum tewas, korban diketahui sempat bertemu dengan seorang anggota TNI AD.

Sebelum tewas, Puji bertemu dengan Praka NS, anggota Divif 2 Kostrad beserta tiga orang sipil berinisial F, G dan C. Kejadian ini berawal saat keempat terduga pelaku ini menculik Puji usai pulang menjaga minimarket di Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu, 26 Mei 2018, dini hari.

Puji diculik serta dimasukkan ke dalam mobil Zebra dengan kondisi diikat tangannya menggunakan seutas tali dan mulutnya ditutup menggunakan lakban. Usai menculik Puji, mobil tersebut kemudian berjalan menuju ke arah Kota Batu.


Namun di tengah jalan, Puji memberontak dan berusaha menguasai kemudi kendaraan yang dikemudikan oleh Praka NS. Akibatnya, mobil tersebut menabrak sepeda motor hingga menabrak pot bunga dan tembok pagar rumah di kawasan Lowokwaru, Kota Malang.

Bersamaan dengan kejadian tersebut, Puji terlempar keluar mobil melalui kaca depan kendaraan dan menyebabkan kepala Puji terbentur tembok. Akibatnya Puji pun tak sadarkan diri dan diduga meninggal dunia di tempat.

Selanjutnya, Praka NS membawa mayat Puji ke sebuah lahan pohon sengon di di Dusun Boro Jabung, Desa Jabung, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang untuk dikubur. Namun, ulah Praka NS ini nampaknya tercium oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) V/3 Malang.

Berdasarkan hasil interogasi kepada Praka NS, Denpom yang didampingi Polres Malang ini kemudian menemukan mayat Puji dengan menggali tanah kurang lebih sedalam setengah meter di lahan sengon tersebut.

Saat dikonfirmasi, Panglima Divif 2 Kostrad, Mayjen TNI Marga Taufiq mengaku pihaknya tengah mengusut kasus tersebut.

"Karena ada dari pihak sipil juga, jadi kami bekerjasama dengan Polres Malang dan melibatkan unsur Polisi Militer," katanya, Rabu 30 Mei 2018.

Marga menambahkan, Praka NS sudah ditahan Denpom V/3 Malang. Sementara, ketiga penanganan tiga terduga pelaku dari sipil ia serahkan ke pihak kepolisian.

"Belum ditemukan motifnya. Nanti kita dalami lagi. Nanti kami serahkan kepada hukum. Sanksinya ya seberat-beratnya sesuai dengan pasal yang berlaku. Semua warga negara sama di mata hukum," pungkasnya.


 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id