Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal. (Antara)

Enam Orang di Ngawi Meninggal karena DBD Selama 2019

demam berdarah
Antara • 12 Juni 2019 15:43
Ngawi: Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mencatat enam orang warga daerah setempat meninggal akibat terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) selama Januari hingga Mei 2019. 
 
Kepala Bidang pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Dinkes Ngawi Endah Pratiwi mengatakan enam korban tersebut seluruhnya meninggal di rumah sakit. Rinciannya tiga meninggal pada Januari dan masing-masing satu pada Maret, April, dan Mei.
 
"Kasus ini menjadi atensi. Apa ada yang salah dengan pelayanannya. Ini masih kami telusuri," kata Endah saat dikonfirmasi, Rabu, 12 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Endah pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jatim untuk menyelidiki hal tersebut. Hal itu dilakukan karena setiap kali ada pasien DBD yang meninggal, pihak rumah sakit selalu menyatakan bahwa kematian tersebut akibat terlambat dirujuk ke rumah sakit. Terlebih, tiap puskesmas di Ngawi saat ini sudah memiliki alat untuk mendeteksi kasus DBD.
 
Sisi lain, pihaknya tidak menampik jika ada faktor kelalaian masyarakat tentang minimnya kepedulian menjaga kebersihan lingkungan, terlebih dalam hal melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Sebab hal itu berbanding lurus dengan jumlah kasus demam berdarah yang membludak di Ngawi dalam lima bulan terakhir, yakni mencapai 1.000 kasus lebih.
 
Sesua data, bulan Januari ditemukan terdapat laporan sebanyak 483 kasus demam berdarah, bulan Februari sebanyak 252 kasus, Maret sebanyak 189 kasus, dan April sebanyak 80 kasus, sedangkan Mei masih dalam proses pendataan.
 
Ia menyatakan hal yang paling efektif untuk memberantas demam berdarah adalah kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Diapun meminta masyarakat lebih peduli terhadap lingkungannya masing-masing.
 
"Saya yakin tidak akan ada demam berdarah jika pemberantasan sarang nyamuk benar-benar dilakukan. Tidak hanya sekali dua kali saja, harus serentak dan berkala," kata dia.
 
Iia menilai selama ini anggapan masyarakat demam berdarah dibasmi dengan pengasapan atau fogging Padahal itu tidak sepenuhnya benar.
 
"Kalau fogging itu cuma untuk membasmi nyamuk dewasa, tidak ke jentik-jentiknya. Untuk memutus siklus pertumbuhan jentik menjadi nyamuk pembawa virus dengue, harus dengan PSN," pungkasnya.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif