Seorang Diri, Balita Korban Ledakan Bom Menangis Kesakitan

Amaluddin 06 Juli 2018 14:22 WIB
Bom di Pasuruan
Seorang Diri, Balita Korban Ledakan Bom Menangis Kesakitan
Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin, Medcom.id - Amal
Surabaya: Bocah korban ledakan bom di Pasuruan menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur. Korban terus menangis selama perawatan.

Usia bocah itu masih kurang lebih 3 tahun. Namun ia harus merasakan sakit akibat ledakan bom yang terjadi di rumahnya di Desa Pagor, Kecamatan Bangil, Pasuruan.

Ledakan itu mengakibatkan luka bakar pada wajahnya. Luka robek pun terjadi pada kakinya.


Mirisnya, sang ibu tak mendampingi korban. Sang ibu menjalani pemeriksaan di kantor polisi terkait ledakan.

Ayahnya pun, Abdullah, tak berada di rumah sakit. Abdullah kabur setelah bom meledak di rumahnya dan melukai putranya. Hanya tim medis yang menemani bocah tersebut.

"Setelah sadar, korban menangis terus. Mungkin karena kesakitan terkena dampak ledakan," ujar Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin usai menjenguk korban di RS Bhayangkara, Kota Surabaya, Jumat, 6 Juli 2018.

Baca: Anak A Diduga Mainkan Bom sebelum Meledak

Setelah ledakan, ujar Machfud, warga membawa korban ke rumah sakit. Ibu korban juga mendampingi putranya dengan membonceng sepeda motor milik warga setempat. Lalu, korban dirujuk ke RS Bhayangkara untuk mendapat penanganan serius. 

Machfud mengatakan akan mengurus bocah tersebut hingga pulih. Biaya perawatan ditanggung pemerintah.

"Kita jaga, rawat sampai anak itu sembuh secara fisik. Kemudian psikisnya juga kita harus stabilkan. Tentunya harus kita ikut bertanggung jawab buat mengobati. Karena dia masih kecil masih belum bisa apa-apa," lanjut Machfud.


(Polisi bersiaga di lokasi ledakan bom di Desa Pagor, Kecamatan Bangil, Pasuruan, Jumat 6 Juli 2018, Medcom.id - Hadi)

Machfud meminta penyidik segera merampungkan pemeriksaan pada ibu korban. Sebab, Machfud berencana mempertemukan bocah itu dengan ibunya.

Kamis, 5 Juli 2018, siang, warga gempar dengan ledakan yang berasal dari rumah Abdullah. Ledakan itu mengakibatkan anak laki-laki Abdullah, yang masih berusia tiga tahun, terluka.

Bukan hanya sekali, ledakan terdengar hingga empat kali. Abdullah kabur setelah kejadian menuju Stasiun Bangil. Sedangkan putranya dibawa warga ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Hingga berita ini dimuat, polisi masih memburu Abdullah. Menurut Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin, Abdullah pernah menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang Jakarta sebagai narapidana kasus terorisme.

Polisi, lanjut Machfud, menemukan satu bom aktif di rumah Abdullah. Sedangkan ledakan yang melukai anak dari A terjadi tanpa sengaja.

"Sepertinya bom itu sempat dibuat mainan (dikira mainan), dan akhirnya meledak," ungkap Machfud.

Lihat video:




(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id