Pemprov Jatim Targetkan Warganya Bebas Katarak pada 2020

Amaluddin 07 Agustus 2018 17:25 WIB
katarak jawa timur
Pemprov Jatim Targetkan Warganya Bebas Katarak pada 2020
Sejumlah warga duduk seusai mengikuti operasi katarak gratis di Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (8/7).ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi.
Surabaya: Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengobati sebanyak 180 dari 250 ribu penyakit katarak di wilayahnya. Dinkes pun menarget 70 ribu sisanya diselesaikan hingga tahun 2020. 

"Kami target tahun 2020 Jatim sudah bebas katarak," kata Kadinkes Jatim, Kohar Hari Santoso saat dikonfirmasi, Selasa, 7 Agustus 2018.

Menurut Kohar, kasus kebutaan akibat penyakit katarak di Jatim bakal terus bertambah jika masyarakat tidak segera berobat. Untuk itu, ia akan menggelar bakti sosial operasi gratis katarak, guna menekan angka kasus katarak.


Tak hanya itu, Dinkes Jatim juga memasukan penyakit katarak dalam layanan fasilitas kesehatan BPJS Kesehatan. Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak pemberi pelayanan, rumah sakit, dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami).

"Ini salah satu upaya gerakan kami agar Jatim bebas katarak. Karena itu kami perlu mengukur kapasitas kemampuan pelayanan, jangan sampai ada kendala. Tapi sejauh ini bisa dilakukan dengan baik," jelas Kohar.

Kohar juga menyoroti beberapa kriteria pengurangan jaminan kesehatan BPJS. Dia menganggap kriteria visus sebagai penilaian perlu tidaknya operasi katarak terlalu relatif.

"Visus itu relatif karena orang-orang tertentu, kabur sedikit saja harus dioperasi. Tapi ada orang yang pekerjaannya tidak terlalu detail menggunakan mata, bisa dimaklumi," pungkas Kohar.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id