Gempa Situbondo

Rumah Korban Diperbaiki dengan Konstruksi Tahan Gempa

Amaluddin 11 Oktober 2018 21:22 WIB
Gempa Situbondo
Rumah Korban Diperbaiki dengan Konstruksi Tahan Gempa
Seorang warga di Sumenep menunjukkan reruntuhan bangunan setelah gempa mengguncang, Kamis dini hari, 11 Oktober 2018, dok: BNPB
Surabaya: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menjamin memperbaiki rumah warga yang hancur akibat guncangan gempa. Rumah itu akan dibangun dengan konstruksi tahan gempa.

"Rumah yang akan kami bangun bukan rumah tahan gempa, tapi konstruksinya akan memperhitungkan ketahanan terhadap gempa," kata Gubernur Jatim, Soekarwo, di Surabaya, Kamis, 11 Oktober 2018.

Soekarwo menjelaskan gempa yang berpusat di SItubondo itu mengakbatkan ratusan rumah rusak. Beberapa rumah bahkan ambruk.


Soekarwo menggandeng Polda Jatim dan Pangdam V Brawijaya untuk membangun rumah korban. Namun Soekarwo belum dapat menganggarkan pembangunan rumah. Sebab, Pemprov Jatim masih menghitung berapa kerugian pasca gempa.

"Kalau semisal anggarannya kurang, nanti kami akan mengajukan ke DPR. Intinya semua pengobatan korban gempa dan pemukiman warga yang rusak tanggungjawab Pemprov Jatim," katanya.

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,3 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Situbondo, Jatim dan Bali, pukul 01.57 WIB, Kamis, 11 Oktober 2018. Gempa terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Jatim, dengan kedalaman 12 Km.

Akibat terjadinya gempa tersebut, untuk sementara dilaporkan tiga orang meninggal dunia dan puluhan orang mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, ratusan rumah rusak. Daerah terparah di Kecamatan Gayam, Kabupaten Semenep, Madura.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id